AdvetorialBatamKepri

Wagub Nyanyang Kunjungi PT ASL Shipyard Pasca Kebakaran Kapal Federal II, Desak Perusahaan Bertanggung Jawab Penuh

5
×

Wagub Nyanyang Kunjungi PT ASL Shipyard Pasca Kebakaran Kapal Federal II, Desak Perusahaan Bertanggung Jawab Penuh

Sebarkan artikel ini
Wagub Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, meninjau lokasi kebakaran kapal Federal II di PT ASL Shipyard, Tanjunguncang, Batam, Kamis (16/10/2025).F-Diskominfo Kepri

Batam, Anambasnews.com – Wakil Gubernur (Wagub) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Nyanyang Haris Pratamura meninjau langsung lokasi tragedi kebakaran Kapal Federal II di PT ASL Shipyard, Tanjunguncang, Kota Batam, Kamis (16/10/2025).

Peristiwa nahas yang terjadi pada Rabu (15/10/2025) sekitar pukul 04.00 WIB dini hari tersebut menewaskan sedikitnya 10 orang karyawan dan melukai 21 orang lainnya.

Atas nama Pemprov Kepri dan pribadi, Wagub Nyanyang menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada seluruh korban dan keluarga yang terdampak musibah tersebut.

Setelah meninjau lokasi dan mendengar keterangan dari pihak perusahaan, Wagub Nyanyang memastikan bahwa pihak PT ASL Shipyard harus bertanggung jawab penuh kepada para korban maupun keluarga korban, serta segera memberikan hak-hak bagi para karyawan yang menjadi korban.

“Kita semua pasti tidak ingin musibah seperti ini terjadi. Namun, bagaimanapun juga musibah ini sudah terjadi. Ini agar menjadi pelajaran bagi pihak perusahaan dan para karyawan untuk lebih berhati-hati lagi dalam bekerja,” ujar Wagub Nyanyang.

Pemprov Akan Gelar Evaluasi Lintas Sektor

Wagub juga berharap musibah serius yang menimpa karyawan shift malam menjelang break pagi ini tidak terulang di kemudian hari. Untuk itu, Pemerintah daerah melalui Dinas Tenaga Kerja akan segera menggelar pertemuan evaluasi dengan para pihak terkait, termasuk perusahaan, untuk bersama-sama berdiskusi mengenai peningkatan keselamatan dan prosedur kerja.

General Manager PT ASL Shipyard, Audrie K, membenarkan bahwa insiden terjadi pada kapal Federal II yang seharusnya dijadwalkan diluncurkan pada 7 November 2025. Ia merinci, total korban adalah 31 orang, dengan 10 meninggal dunia dan 21 mengalami luka ringan hingga luka berat.

“Kami dari pihak perusahaan memastikan akan menjamin hak-hak para korban. Perusahaan juga menerima berbagai masukan agar menjadi bahan evaluasi bagi perusahaan,” kata Audrie, menanggapi penegasan dari Wakil Gubernur.

Turut hadir mendampingi Wagub Nyanyang dalam peninjauan ini antara lain Kepala DPMPTSP Hasfarizal Handra, Kepala Disnaker Kepri Diky Wijaya, Kepala Dishub Kepri Junaidi, dan Kepala Diskominfo Provinsi Kepri Hendri Kurniadi.(Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dilarang mengambil konten!!