Batam, Anambasnews.com – Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, secara resmi membuka Musyawarah Nasional (Munas) ke-8 Afiliasi Pedagang Valuta Asing (APVA) Indonesia Tahun 2026. Acara berlangsung di Hotel Sahid Vanilla Nagoya, Kota Batam, Jumat (1/5/2026).
Munas yang mengusung tema “Memperkuat Sinergi Industri KUPVA untuk Stabilitas Sistem Keuangan Nasional” ini dihadiri oleh perwakilan Bank Indonesia, perbankan, serta para pengurus APVA dari seluruh Indonesia.
Dalam sambutannya, Wagub Nyanyang menegaskan bahwa industri penukaran valuta asing memiliki peran yang sangat vital, khususnya di daerah perbatasan seperti Kepri yang memiliki aktivitas ekonomi internasional sangat tinggi.
“Kami memandang APVA bukan hanya wadah usaha, tapi mitra strategis pemerintah. Peran mereka sangat penting dalam menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Nyanyang.
Ia juga mengingatkan para pelaku usaha untuk terus beradaptasi menghadapi tantangan zaman, mulai dari perkembangan teknologi digital, fluktuasi nilai tukar global, hingga tuntutan transparansi yang semakin tinggi.
“Tantangan ke depan semakin kompleks. Ini menuntut kita untuk terus berinovasi dan beradaptasi, namun tetap patuh pada regulasi yang berlaku,” tegasnya.
Melalui munas ini, Nyanyang berharap dapat dirumuskan langkah-langkah konkret untuk memperkuat industri ini. Mulai dari penguatan sistem pengawasan, peningkatan kompetensi SDM, hingga optimalisasi teknologi digital.
“Kami berharap lahir rumusan strategis yang mampu memperkuat industri, baik dari sisi pengawasan, pelayanan, maupun pemanfaatan teknologi,” tambahnya.
Pemerintah Provinsi Kepri juga menegaskan komitmennya untuk terus menciptakan iklim usaha yang kondusif dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Kegiatan ini juga menjadi momentum penting untuk memilih kepengurusan baru APVA Indonesia masa bakti 2026–2030.
“Selamat kepada pengurus baru. Semoga bisa berkontribusi maksimal demi perekonomian nasional dan daerah,” ujar Wagub.
Sementara itu, Ketua Umum APVA Indonesia, Amat Tantoso, menekankan pentingnya peran organisasi dalam menjaga ekosistem keuangan yang sehat, termasuk upaya pencegahan pencucian uang dan menjaga kedaulatan Rupiah.(**Dani)













