Tanjungpinang

Tanjungpinang Raih Penghargaan Nasional atas Komitmen Melestarikan Bahasa Melayu

35
×

Tanjungpinang Raih Penghargaan Nasional atas Komitmen Melestarikan Bahasa Melayu

Sebarkan artikel ini
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Dr. Abdul Mu’ti, serahkan penghargaan kepada Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, S.H, Senin, 26/5/2025. (Foto: Ist)

ANAMBASNEWS.COM, Tanjungpinang – Pemerintah Kota Tanjungpinang kembali mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat nasional dengan meraih penghargaan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia atas kontribusi aktif dalam pelestarian bahasa daerah, khususnya bahasa Melayu sebagai identitas kultural masyarakat Kepulauan Riau.

Penghargaan prestisius ini diberikan dalam acara puncak Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional (FBIN) 2025, yang berlangsung di Gedung Merah Putih PPSDM Kemendikdasmen, Depok, Jawa Barat, Senin, 26 Mei 2025. Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Dr. Abdul Mu’ti, kepada Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, S.H.

Tanjungpinang dinilai sebagai daerah paling konsisten dan inovatif dalam membangun ekosistem pelestarian bahasa Melayu. Penilaian ini diberikan berdasarkan rekomendasi dari Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Riau, yang melihat indikator konkret seperti integrasi bahasa daerah ke dalam sistem pendidikan formal, penyelenggaraan lomba kebahasaan, hingga penggunaan tulisan Arab Melayu di papan nama jalan, kantor, dan fasilitas publik.

Dalam sambutannya, Wali Kota Lis Darmansyah menyampaikan rasa syukur atas penghargaan tersebut dan menyebut keberhasilan ini sebagai hasil kerja bersama berbagai pihak lintas sektor. Ia mengapresiasi kolaborasi erat antara Dinas Pendidikan dan Kantor Bahasa Provinsi Kepri dalam menjalankan program pelestarian bahasa daerah.

“Penghargaan ini adalah energi positif sekaligus tanggung jawab moral bagi kami untuk terus melestarikan budaya lokal, khususnya melalui penguatan bahasa Melayu sebagai bagian dari identitas masyarakat Tanjungpinang,” ujar Lis.

Ia juga menekankan pentingnya pendekatan visual dan simbolik dalam pelestarian bahasa, seperti penggunaan tulisan Arab Melayu di ruang-ruang publik. Menurutnya, ini tidak hanya menjadi bentuk penghormatan terhadap tradisi literasi masa lalu, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan penguatan identitas lokal di tengah derasnya arus globalisasi.

Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang bersama komunitas budaya juga menyampaikan apresiasi atas dukungan berkelanjutan dari Kantor Bahasa Provinsi Kepri yang dinilai sangat membantu dalam mewujudkan kebijakan pelestarian bahasa yang berdampak nyata.

Ke depan, Pemko Tanjungpinang berkomitmen memperluas jangkauan program pelestarian bahasa Melayu melalui integrasi kurikulum lokal, pelatihan literasi Arab Melayu bagi generasi muda, serta penguatan konten budaya di media publik.

Penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa pelestarian bahasa daerah yang dilakukan secara sistematis dan inklusif mampu menjadi kekuatan strategis dalam memperkuat identitas daerah sekaligus mengharumkan nama Tanjungpinang di tingkat nasional.(*Anwar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *