oleh

Pelaku Pencurian di Tanjungpinang Timur Tewas, Polisi Hentikan Penyelidikan

ANAMBASNEWS.COM – Kasus pencurian dengan pemberatan di Toko Jaya Perkasa dengan terduga pelaku VW dihentikan.

Kapolresta Tanjungpinang melalui Kapolsek Tanjungpinang Timur, AKP Rifi Hamdani Sitohang, mengatakan, kasus tersebut dihentikan lantaran diduga pelaku inisial VW telah meninggal dunia.

“Sudah kita hentikan karena VW meninggal dunia,” kata AKP Rifi, dalam keterangan pers diterima anambasnews, Senin (27/11).

AKP Rifi menerangkan, dari satu peristiwa tersebut terdapat 2 tindak pidana, yakni tindak pidana pencurian dengan pemberatan oleh pelaku VW, dan tindak pidana kedua adalah meninggal dunianya pelaku curat VW yang diduga dilakukan oleh pemilik toko berinisial MG.

Dari hasil penyelidikan, AKP Rifi mengungkapkan kronologi peristiwa curat tersebut bermula saat pelaku VW memasuki sebuah toko di Jalan Hang Lekir, Tanjungpinang Timur, Kota Tanjungpinang, melalui jendela dengan cara mencongkel jendela menggunakan alat pahat. Lalu, pelaku VW menggeledah isi toko tersebut dimulai dari laci kasir ruko tersebut, kegiatan pelaku terekam kamera pengawas CCTV toko.

Lanjut AKP Rifi menjelaskan, peristiwa tewasnya pelaku pencurian inisial VW, berawal dari istri pemilik Toko inisial R mendengar suara berisik dari lantai 1.

Setelah mendengar itu, R melihat CCTV melalui handphonenya dan melihat ada seorang pria masuk ke dalam toko.

“Tindakan R setelah lihat itu, R lalu membangunkan anggota keluarganya termasuk suaminya,” ujarnya.

Kemudian, sebut AKP Rifi, usai membangunkan anggota keluarganya, R turun lebih dulu ke lantai 1 dengan membawa alat seadanya atau membawa kayu. Sedangkan suami R inisial MG membangun keponakannya yang ada dan menyelamatkan anak mereka.

Sementara itu, istri MG yang terlebih dulu berada di bawah sempat tidak menemukan VW, lalu istri MG berkeliling di sekitar rak toko dan bertemu dengan VW.

“Istrinya (R) keliling-keliling di toko, pas keliling itu dia kaget pas bertemu pelaku VW, disitulah R kaget teriak histeris, maling, maling, tolong maling,” jelas AKP Rifi.

Mendengar R teriak, sambung AKP Rifi, pelaku VW lantas lari ke lantai dua dan pada saat itu MG pun juga sudah mempersiapkan diri dan sedang turun dari lantai 3 menuju ke bawah.

Ketika itu, lanjut AKP Rifi, di tangga ini lah terjadi perjumpaan pelaku curat VW dan pemilik toko MG, pada saat itu saudara VW bukannya berbalik arah namun malah terus naik menerobos saudara MG.

“Lalu di situlah terjadi upaya penusukan karena menurut keterangan dari saudara MG adanya desakan dan dorongan yang dilakukan dari VW untuk menerobos dari tangga tersebut,” jelasnya.

Oleh karena itu, setelah dilakukan gelar perkara, AKP Rifi menyatakan kedua kasus tersebut dihentikan.

“Kami berpandangan ini masuk Pasal 49 KUHPidana, terkait pembelaan dengan terpaksa. Dan kasus curatnya juga dihentikan karena meninggal dunia dan tidak dapat dipidana,” pungkasnya. **(BURHAN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed