KepriTanjungpinang

Pejabat Pusat Turun ke Penyengat, Potensi Wisata Sejarah Kepri Jadi Sorotan

28
×

Pejabat Pusat Turun ke Penyengat, Potensi Wisata Sejarah Kepri Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini
Deputi Bidang Pembangunan Kewilayahan Bappenas RI Medrilzam didampingi Gubernur Kepulauan Riau H Ansar Ahmad berkunjung ke Pulau Penyengat, Jumat (10/4/2026). (Enji/DISKOMINFO KEPRI)

Tanjungpinang, Anambasnews.com – Pulau Penyengat kembali jadi perhatian. Deputi Bidang Pembangunan Kewilayahan Bappenas RI, Medrilzam, turun langsung meninjau kawasan bersejarah tersebut, Jumat (10/4/2026).

Didampingi Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, rombongan menyusuri sejumlah titik penting di Pulau Penyengat. Mulai dari Makam Engku Puteri, Makam Raja Ali Haji, hingga Balai Adat yang menjadi simbol kuat peradaban Melayu.

Kunjungan ini bukan sekadar seremonial. Pemerintah pusat ingin melihat langsung potensi besar Penyengat sebagai destinasi wisata sejarah dan religi yang bisa dikembangkan lebih serius.

“Pulau Penyengat ini adalah warisan besar peradaban Melayu. Kita punya tanggung jawab untuk menjaga dan merawatnya,” tegas Ansar.

Menurutnya, Pemprov Kepri terus mendorong pengembangan Penyengat secara berkelanjutan, namun tetap membutuhkan dukungan pusat agar pembangunan lebih terintegrasi baik dari sisi infrastruktur maupun pelestarian budaya.

Di sisi lain, Medrilzam mengaku terkesan dengan langkah Pemprov Kepri dalam menjaga kawasan bersejarah tersebut.

“Pulau Penyengat punya potensi besar sebagai kawasan berbasis sejarah dan budaya. Ini bisa jadi kekuatan ekonomi daerah,” ujarnya.

Bappenas pun memastikan akan mendorong kajian lanjutan untuk memperkuat arah pengembangan kawasan ini. Namun, satu hal yang ditekankan: pembangunan tidak boleh menghilangkan nilai asli yang menjadi daya tarik utama Penyengat.

“Kita ingin manfaat ekonominya terasa, tapi keaslian sejarahnya tetap terjaga,” tutupnya.

Pulau Penyengat sendiri dikenal sebagai salah satu pusat peradaban Melayu yang menyimpan jejak penting sejarah, sekaligus menjadi magnet wisata budaya di Kepulauan Riau.**

Editor: Dani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *