KepriTanjungpinang

Museum Tugu Bahasa Siap Dibangun, Penyengat Diproyeksi Jadi Magnet Wisata Dunia

30
×

Museum Tugu Bahasa Siap Dibangun, Penyengat Diproyeksi Jadi Magnet Wisata Dunia

Sebarkan artikel ini
Sumber: Dinas PUPP Kepulauan Riau.

Tanjungpinang, Anambasnews.com – Rencana pembangunan Museum dan Monumen Tugu Bahasa di Pulau Penyengat mulai menunjukkan arah serius. Pemerintah pusat menilai proyek ini berpotensi besar mengangkat wisata sejarah dan budaya Kepri ke level internasional.

Deputi Bidang Pembangunan Kewilayahan Kementerian Bappenas RI, Medrilzam, menyebut keberadaan museum dan monumen tersebut akan menjadi daya tarik baru, terutama jika sudah rampung.

“Pulau Penyengat ini sangat besar potensinya untuk wisata sejarah dan kebudayaan,” ujarnya saat kunjungan, Jumat (10/4).

Menurutnya, nilai historis Penyengat—yang berkaitan erat dengan lahirnya bahasa Indonesia—menjadi kekuatan utama yang tidak dimiliki daerah lain. Karena itu, Bappenas akan terus mendorong realisasi pembangunan Museum dan Monumen Tugu Bahasa.

Tak hanya wisata domestik, Medrilzam optimistis kawasan ini bisa menarik wisatawan mancanegara, apalagi jika dikombinasikan dengan event berskala internasional.

“Kami berharap keunggulan ini bisa menarik wisatawan luar negeri,” tambahnya.

Ia juga mengaku terpukau dengan pesona Penyengat setelah mengunjungi sejumlah titik penting seperti Masjid Penyengat, Balai Adat, hingga lokasi rencana pembangunan monumen.

“Kalau ke Kepri sangat disayangkan tidak sampai ke Penyengat. Ini bisa jadi magnet tersendiri,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, memastikan proyek tersebut segera masuk tahap awal pembangunan.

“Kita lagi menunggu lelang manajemen konstruksi. Perkiraan kita bulan Juni sudah mulai berjalan,” ungkap Ansar.

Ia menilai kehadiran museum dan monumen ini akan memberi efek domino bagi sektor pariwisata dan ekonomi, khususnya di Tanjungpinang.

“Dengan meningkatnya kunjungan wisatawan, tentu akan berdampak pada perputaran ekonomi, khususnya di Pulau Penyengat,” tutupnya.

Jika terealisasi sesuai rencana, Penyengat bukan hanya jadi simbol sejarah Melayu, tapi juga pintu baru wisata budaya Indonesia di mata dunia.**

Editor: Dani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *