ANAMBASNEWS.COM, Tanjungpinang – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) RI, Dr. H. Wihaji, S.Ag., M.Pd, secara resmi menutup Apresiasi Duta dan Jambore Ajang Kreativitas (ADUJAK) Generasi Berencana (GenRe) Nasional 2025. Acara penutupan berlangsung meriah di Tugu Sirih, Alun-alun Gurindam 12, Kamis (23/10/2025) malam.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad menyampaikan harapannya agar kegiatan ADUJAK GenRe dapat diselenggarakan dua kali dalam setahun. Menurutnya, ajang ini bukan sekadar kompetisi kreativitas, melainkan wadah penting untuk memperkuat nilai kebinekaan, persatuan, dan kesatuan antar generasi muda dari seluruh Nusantara.
“Anak-anak dari 36 provinsi berkumpul di sini, belajar tentang kebersamaan dan keberagaman. Ini bukti nyata bagaimana GenRe menanamkan semangat persatuan Indonesia,” ujar Gubernur Ansar.
Menteri Wihaji turut menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau yang telah sukses menjadi tuan rumah penyelenggara kegiatan nasional ini.
“Tempatnya luar biasa, masyarakatnya ramah, makanannya enak, semuanya indah. Provinsi Kepulauan Riau benar-benar istimewa dan akan selalu diingat oleh para peserta,” ucap Menteri Wihaji.
Ia juga menegaskan bahwa program GenRe adalah gerakan sosial jangka panjang, bukan sekadar ajang kontestasi. “Kontestasi malam ini harus memberi efek tidak hanya bagi peserta tapi masyarakat. Biasanya acara seperti ini digelar di hotel, tapi kali ini di Tanjungpinang masyarakat bisa ikut merasakan. Ini sejarah baru bagi GenRe Indonesia,” tegasnya.
Menteri Wihaji menambahkan, para peserta GenRe adalah generasi muda berkomitmen yang menjauhi tiga isu utama: pernikahan dini, seks bebas, dan penyalahgunaan narkoba. “Mereka adalah Gen Z yang luar biasa, yang mampu memberi pengaruh positif bagi keluarga, lingkungan, dan teman sebayanya,” katanya.
Sebagai bentuk penghargaan, Menteri Wihaji mengumumkan bahwa para pemenang ADUJAK GenRe 2025 akan mendapatkan beasiswa pendidikan.
“Jangan sampai semangat ini berhenti di panggung kontestasi. Mereka harus terus membawa dampak positif ketika kembali ke daerah masing-masing,” tutup Wihaji.(*Dani)













