Tanjungpinang, Anambasnews.com – Ikatan Keluarga Minang (IKM) Kepulauan Riau menggelar silaturrahmi bersama tokoh sentral pembentukan Provinsi Kepulauan Riau, H. Huzrin Hood, di Rumah Makan Sahabat Putri Minang, Tanjungpinang, Senin (19/1/2026).
Kegiatan ini menjadi upaya mempererat kebersamaan lintas generasi sekaligus memperkuat nilai persatuan dalam bingkai kebhinekaan.
Silaturrahmi yang berlangsung dalam suasana hangat dan kekeluargaan tersebut menjadi momentum refleksi atas sejarah panjang perjuangan lahirnya Provinsi Kepulauan Riau.
Selain itu, pertemuan ini juga menjadi ruang dialog antara tokoh pendiri daerah dengan jajaran pengurus IKM Kepulauan Riau yang saat ini berkiprah di berbagai sektor pembangunan di Kepri.
Ketua IKM Kepulauan Riau, Momon Faulanda Adinata, menyampaikan bahwa kegiatan silaturrahmi ini bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan bentuk penghormatan kepada para tokoh yang telah berjasa besar dalam memperjuangkan terbentuknya Provinsi Kepulauan Riau.
“Tanpa perjuangan para tokoh pendahulu, Kepulauan Riau tidak akan berdiri seperti hari ini. Silaturrahmi ini menjadi pengingat bagi generasi sekarang agar tidak melupakan sejarah dan terus menjaga persatuan,” ujar Momon.
Tokoh sentral pembentukan Provinsi Kepulauan Riau, H. Huzrin Hood, mengapresiasi peran aktif IKM Kepulauan Riau dalam menjaga harmoni sosial serta kontribusi positif masyarakat Minang terhadap pembangunan daerah.
Ia menegaskan bahwa Kepulauan Riau dibangun atas dasar kebersamaan berbagai suku, budaya, dan latar belakang masyarakat, sehingga semangat persaudaraan dan toleransi harus terus dirawat.
“Kepulauan Riau lahir dari perjuangan bersama. Hari ini tugas kita adalah menjaga persatuan, memperkuat nilai kebangsaan, dan mendorong generasi muda agar terus berkontribusi bagi kemajuan daerah,” ungkap Huzrin Hood.
Silaturrahmi tersebut juga diisi dengan diskusi ringan mengenai tantangan pembangunan Kepulauan Riau ke depan, peran strategis organisasi kemasyarakatan dalam menjaga stabilitas sosial, serta pentingnya kolaborasi antara tokoh masyarakat dan generasi muda.
Dalam pertemuan itu, IKM Kepulauan Riau dan H. Huzrin Hood sepakat untuk saling menjaga dan melestarikan budaya sebagai khazanah keberagaman dan kekayaan daerah, baik budaya Melayu maupun Minangkabau, yang telah lama hidup berdampingan secara harmonis di Kepulauan Riau.
IKM Kepulauan Riau berharap kegiatan silaturrahmi seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai wadah memperkuat komunikasi, menanamkan nilai sejarah, serta memperkokoh peran masyarakat Minang dalam mendukung Kepulauan Riau yang harmonis, inklusif, dan berdaya saing.(*Dani)













