ANAMBASNEWS.COM, Tanjungpinang – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) H. Ansar Ahmad memimpin rapat koordinasi terkait relaksasi kebijakan visa untuk mendukung sektor pariwisata dan investasi di Provinsi Kepri. Rapat berlangsung di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Selasa, 7 Januari 2025.
Rapat ini dihadiri berbagai pihak terkait, termasuk perwakilan Ditjen Imigrasi, pengelola pelabuhan internasional, serta pimpinan OPD di lingkungan Pemprov Kepri.
Gubernur Ansar menekankan pentingnya kebijakan visa yang fleksibel dalam mendukung pemulihan sektor pariwisata pascapandemi.
“Kepri memiliki keunggulan geostrategis dengan kedekatan pasar utama seperti Singapura dan Malaysia, serta infrastruktur yang memadai untuk mengembangkan pariwisata lintas batas,” ujar Gubernur Ansar.
Dalam rapat tersebut, Gubernur Ansar mengungkap keberhasilan kebijakan visa 7 hari dengan tarif Rp250 ribu, yang telah menarik 5.800 wisatawan asing dalam waktu singkat. “Selain Visa on Arrival (VoA) 30 hari, wisatawan kini memiliki opsi visa 7 hari yang lebih terjangkau,” jelasnya.
Kebijakan ini juga didukung fasilitas bebas visa kunjungan bagi pemegang izin tinggal tetap (Permanent Resident) di Singapura, yang berhasil menarik 5.444 kunjungan.
Untuk memperkuat daya tarik Kepri, Gubernur Ansar mengusulkan peningkatan layanan keimigrasian, termasuk pemasangan auto-gate di delapan pelabuhan utama. “Layanan yang modern dan seamless akan meningkatkan kenyamanan wisatawan serta daya saing Kepri di tingkat global,” tambahnya.
Gubernur Ansar menyoroti potensi ekonomi besar dari kunjungan wisatawan, seperti kontribusi devisa, penguatan UMKM, dan penciptaan lapangan kerja. Ia juga menyebutkan posisi strategis Kepri di jalur perdagangan dunia sebagai peluang untuk menjadikan Kepri destinasi wisata terbesar ketiga di Indonesia, setelah Bali dan Jakarta.
Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Guntur Sakti, menjelaskan bahwa kebijakan visa 7 hari merupakan hasil perjuangan panjang yang diajukan sejak April 2024 dan disetujui pada Desember 2024. “Kebijakan ini telah kami promosikan secara intensif untuk menarik lebih banyak wisatawan,” ungkapnya.
Plt. Dirjen Imigrasi, Saffar M. Godam, memuji langkah visioner Gubernur Ansar dalam mendukung pengembangan pariwisata Kepri. “Kebijakan ini strategis untuk destinasi lintas batas seperti Kepri, dan kami mendukung usulan peningkatan layanan keimigrasian,” katanya.
Rapat ini melibatkan Plt. Kepala Ditjen Imigrasi Kepri Syahrioma Delavino, pengelola pelabuhan internasional di Batam, Karimun, dan Tanjungpinang, serta tim khusus Gubernur Kepri. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu mempercepat implementasi kebijakan yang mendukung pemulihan pariwisata dan investasi di Kepri.
Gubernur Ansar menutup rapat dengan menegaskan bahwa relaksasi kebijakan visa adalah langkah strategis untuk meningkatkan daya tarik Kepri sebagai destinasi unggulan di era pascapandemi.
Editor : Sarwanto













