KepriTanjungpinang

Setahun Ansar–Nyanyang Pimpin Kepri: Ekonomi Tertinggi di Sumatera, IPM “Sangat Tinggi”, Kemiskinan Terendah

21
×

Setahun Ansar–Nyanyang Pimpin Kepri: Ekonomi Tertinggi di Sumatera, IPM “Sangat Tinggi”, Kemiskinan Terendah

Sebarkan artikel ini
Gubsrnur dan Wakil Gubernur Ansar Ahmad bersama Nyanyang Haris Pratamura (Foto: Ist)

Tanjungpinang, Anambasnews.com – Genap satu tahun kepemimpinan Ansar Ahmad bersama Nyanyang Haris Pratamura, Provinsi Kepulauan Riau mencatat deretan capaian strategis yang mengukuhkan arah pembangunan “Kepri Maju, Makmur, dan Merata”.

Dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025, Ansar–Nyanyang langsung menggeber sinergi pusat–daerah. Hasilnya, sepanjang 2025 Provinsi Kepulauan Riau mencatat pertumbuhan ekonomi 6,94 persen, tertinggi di Sumatera dan peringkat ketiga nasional.

“Capaian ini buah kolaborasi semua pihak—pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat,” tegas Wagub Nyanyang.

Ekonomi Tumbuh Kuat, Investasi & Pariwisata Melonjak

PDRB Kepri mencapai Rp224,51 triliun. Realisasi investasi PMA tumbuh 16,62 persen dan PMDN melonjak 112,04 persen. Sektor pariwisata ikut mendongkrak ekonomi dengan 2,027 juta wisatawan mancanegara, naik 22,59 persen, dan total belanja wisatawan menembus Rp22 triliun. Nilai ekspor pun meningkat 17,37 persen.

IPM “Sangat Tinggi”, Pengangguran Terkendali

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kepri 2025 mencapai 80,53, naik ke kategori “Sangat Tinggi” peringkat ketiga nasional dan tertinggi di luar Jawa. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menurun menjadi 6,45 persen, didorong penguatan pendidikan vokasi dan pemagangan.

Kemiskinan Terendah di Sumatera

Angka kemiskinan turun menjadi 4,44 persen atau 117,28 ribu jiwa—terendah di Sumatera dan peringkat keempat nasional. Pemerintah menargetkan penurunan bertahap hingga 2030 seiring pertumbuhan ekonomi yang makin inklusif.

Harmoni Sosial & Infrastruktur Berkelanjutan

Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) Kepri 83,68, konsisten Top 5 nasional empat tahun berturut-turut. Di sisi infrastruktur, kondisi jalan mantap meningkat, elektrifikasi hampir 100 persen melalui Kepri Terang, dan perluasan jaringan telekomunikasi digesa lewat Kepri Merdeka Sinyal. Proyek strategis seperti Jembatan Batam–Bintan terus berprogres pada tahap desain.

Kesehatan, Pendidikan, dan Perlindungan Sosial

Pemprov Kepri memperkuat layanan kesehatan jiwa melalui peresmian tujuh gedung baru RSJKO EHD senilai Rp54,39 miliar. Program rumah singgah bagi pasien rujukan, bantuan iuran BPJS bagi nelayan dan petani, serta subsidi UMKM terus diperluas. Di pendidikan, 39 ribu siswa menerima seragam gratis, termasuk dukungan transportasi bagi wilayah kepulauan.

Asta Cita: MBG, Kopdes Merah Putih, hingga Kemandirian Pangan

Realisasi Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kepri telah mencapai 79,32 persen dengan 506.076 penerima manfaat. Sebanyak 407 Koperasi Merah Putih terbentuk, satu di antaranya menjadi percontohan nasional.

Program Rutilahu merehabilitasi 99 rumah, termasuk milik masyarakat adat. Indeks Ketahanan Pangan meningkat menjadi 71,96, disertai bantuan bibit cabai dan BPJS bagi petani.

Deretan Penghargaan Nasional

Dalam setahun, Ansar–Nyanyang meraih berbagai apresiasi nasional, mulai dari IPKD KPK, Top Pembina BUMD, Opini WTP ke-15, hingga penghargaan inovasi dan pengelolaan kepegawaian. Karya Raja Ali Haji juga ditetapkan sebagai Warisan Ingatan Kolektif Nasional.

“Pembangunan Kepri bukan sekadar tumbuh, tapi merata dan berkelanjutan,” ujar Gubernur Ansar.

Satu tahun pertama menjadi fondasi kuat, menandai optimisme Kepri sebagai provinsi maritim yang maju, inklusif, dan berdaya saing.(*Dani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *