ANAMBASNEWS.COM – Bulan Ramadan selalu identik dengan berbagai tradisi, salah satunya membangunkan warga untuk sahur. Di Desa Tarempa Barat, Kecamatan Siantan, tradisi ini dijalankan oleh para remaja yang tergabung dalam Ikatan Masyarakat Tanjung (IKAMATA).
Kelompok yang dipimpin oleh Nevile ini rutin berkeliling pemukiman warga setiap pukul 02.00 WIB. Mereka menggunakan gerobak yang dilengkapi dengan sound sistem aktif dan genset sebagai sumber listrik untuk membangunkan warga dengan alunan musik dari berbagai genre.
“Dari sound sistem ini kita hidupkan musik berbagai genre, tujuannya biar warga bangun,” ujar Nevile, Minggu, 9 Maret 2025.
Nevile menjelaskan bahwa sasaran utama dari kegiatan ini adalah para ibu rumah tangga yang harus bangun lebih awal untuk menyiapkan makanan sahur bagi keluarga.
“Inisiatif sendiri, tak ada paksaan. Biasanya ada sekitar 10 orang yang ikut. Ada yang bertugas mendorong gerobak dan merapikan motor, karena gang di sini sempit, jadi harus ada yang mengatur supaya gerobak bisa lewat,” tambahnya.
Tradisi membangunkan sahur ini telah berlangsung secara turun-temurun di Tarempa Barat. Hingga saat ini, tidak ada warga yang mengeluhkan suara dari sound sistem yang digunakan. Bahkan, warga non-Muslim turut mendukung dan menunjukkan sikap toleransi.
“Alhamdulillah, semua warga mendukung, apalagi warga non-Muslim sangat memahami dan bertoleransi,” kata Nevile.
Sebagai bentuk apresiasi, warga biasanya memberikan santunan kepada para remaja yang bertugas membangunkan sahur menjelang akhir Ramadan.
“Santunan ini sifatnya sukarela, tidak ada paksaan. Kita sama-sama saling membantu,” tutup Nevile.
Tradisi ini menjadi bukti kuatnya semangat kebersamaan dan gotong royong dalam masyarakat Tarempa Barat, sekaligus menjaga nilai-nilai budaya lokal di bulan suci Ramadan.(Ak)













