AnambasSosial dan Ekonomi

Aneng Ingatkan Kejujuran Data, Agar Pembangunan Anambas Tepat Sasaran

21
×

Aneng Ingatkan Kejujuran Data, Agar Pembangunan Anambas Tepat Sasaran

Sebarkan artikel ini
Bupati Anambas, Aneng, saat menghadiri rapat Bersama SKK Migas dan BPS Anambas, (Foto: Ist)

Anambasnews.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri memprioritaskan pendataan perusahaan minyak dan gas (migas) sebagai langkah awal pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Kepulauan Anambas. Kegiatan berlangsung mulai 1 Mei hingga 30 Juni mendatang.

Kepala BPS Kepri, Toto Haryanto Silitonga, bersama Bupati Anambas Aneng, meninjau langsung lokasi pendataan di kawasan Matak Base, Kecamatan Kute Siantan, Senin (11/5). Kawasan ini berperan penting sebagai pusat logistik dan pendukung operasi pengeboran lepas pantai di bawah pengelolaan SKK Migas.

Toto menjelaskan sensus yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali ini bertujuan memetakan perkembangan struktur ekonomi, tenaga kerja, dan potensi unggulan daerah. Hasilnya akan menjadi acuan utama penyusunan kebijakan pembangunan nasional maupun daerah.

“Sektor migas menjadi fokus utama karena kontribusinya sangat besar bagi perekonomian Anambas. Data ini menjadi dasar kita melihat perubahan ekonomi selama satu dekade terakhir,” ujar Toto.

Dalam kunjungan tersebut, tim pendataan belum memperoleh rincian jumlah sumur aktif maupun volume produksi. Pihak pengelola menjelaskan data teknis tersebut berada di kewenangan pusat dan perusahaan induk.

“Kami akan mengirimkan surat permintaan data resmi ke SKK Migas dan perusahaan terkait. Kami berharap seluruh pelaku usaha bersikap kooperatif, sebab keterbukaan data menjamin kebijakan pemerintah tepat sasaran,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Anambas Aneng meminta seluruh kalangan pelaku usaha memberikan data yang jujur dan akurat. Menurutnya, data sensus menjadi tolok ukur pemerintah pusat dalam menentukan alokasi dukungan dan bantuan pembangunan bagi daerah.

“Kalau datanya lengkap dan benar, gambaran kebutuhan Anambas akan terlihat jelas. Ini kunci agar pembangunan ke depan berjalan terarah dan sesuai kondisi nyata di lapangan,” tegas Aneng.(*Julianto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *