Anambas

Raja Bayu: Tidak Ada Kompromi Bagi ASN yang Terlibat Narkoba

34
×

Raja Bayu: Tidak Ada Kompromi Bagi ASN yang Terlibat Narkoba

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Raja Bayu Febri Gunadian, saat menghadiri konferensi pers di Polsek Siantan, Kamis, 12/2/2026. (Foto: Julianto/Anambasnews.com)

Anambasnews.com – Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Raja Bayu Febri Gunadian mengajak kepolisian dan seluruh masyarakat untuk bergandengan tangan memberantas peredaran narkoba di wilayahnya.

Menurutnya, ancaman barang haram ini harus diatasi secara serius karena dapat merusak generasi muda dan mengganggu ketertiban daerah.

Pernyataan itu disampaikannya saat berada di Mapolsek Siantan, Kamis, 12/2/2026, dengan menyoroti pola kasus narkoba yang unik di Anambas mayoritas barang bukti ditemukan oleh masyarakat, khususnya nelayan yang sedang melaut.

“Jadi dulu, masyarakat kita ini tidak tahu apa itu narkoba. Tapi belakangan marak narkoba masuk yang hanyut, nelayan kita yang temukan,” ujar Raja Bayu.

Narkoba jenis sabu tersebut ditemukan dalam paket-paket kecil yang terbawa arus hingga perairan Anambas. Kondisi ini menjadi tantangan khusus karena wilayah perairan Anambas berbatasan langsung dengan jalur pelayaran internasional, sehingga membutuhkan pengawasan ekstra.

Wakil Bupati mengapresiasi peran aktif nelayan yang segera melaporkan temuan kepada pihak berwajib.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak tergoda untuk mencoba atau memperjualbelikan narkoba yang ditemukan, karena dapat berujung pada proses hukum yang berat.

“Kerja sama antara masyarakat dan kepolisian adalah kunci utama untuk memutus mata rantai peredarannya. Tanpa dukungan masyarakat, pemberantasan tidak akan maksimal,” jelasnya.

Selain itu, ia menegaskan agar aparat desa dan tokoh masyarakat aktif memberikan edukasi tentang bahaya narkoba, karena pencegahan dinilai lebih efektif daripada penindakan semata.

Raja Bayu juga memberikan peringatan khusus kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Anambas. Ia menegaskan tidak akan ada toleransi bagi siapa pun yang terbukti terlibat penyalahgunaan maupun peredaran narkoba.

“Kalau ada ASN yang terlibat, akan langsung kita serahkan ke aparat penegak hukum. Tidak ada kompromi,” tegasnya.

Menurutnya, ASN harus menjadi teladan bagi masyarakat, karena keterlibatan mereka dalam narkoba akan mencoreng nama baik pemerintah daerah.

Ia berharap kepolisian terus meningkatkan patroli dan pengawasan, terutama di wilayah perairan yang rawan menjadi jalur masuk narkoba.(*Julianto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dilarang mengambil konten!!