Anambasnews.com – Keselamatan pengendara yang melintas di kawasan Tarempa Selatan, Kabupaten Kepulauan Anambas, terancam serius akibat padamnya lampu Penerangan Jalan Umum (PJU). Sejumlah titik jalan telah mengalami kegelapan total karena lampu tidak berfungsi selama hampir satu tahun terakhir.
Kondisi ini memaksa pengendara yang melintas pada malam hari untuk ekstra waspada. Minimnya penerangan menyebabkan jarak pandang menjadi sangat terbatas, terutama di beberapa titik jalan yang memiliki tikungan tajam.
Situasi gelap tersebut dinilai berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas. Tanpa penerangan yang memadai, pengendara dari arah berlawanan berisiko tidak saling melihat saat berpapasan, meningkatkan potensi tabrakan.
Warga yang sering melintasi jalur tersebut mengaku merasa khawatir jika harus bepergian pada malam hari, apalagi jika berkendara sendirian di jalur yang sepi dan gelap gulita.
Salah seorang warga Tarempa Selatan, Prengky Tanjung, mengatakan kondisi jalan yang gelap membuat masyarakat tidak nyaman saat beraktivitas di malam hari.
“Suasananya gelap, jadi takut kalau mau keluar sendirian. Apalagi di bagian tikungan, aduh gelap sekali. Takut dari arah berlawanan ada motor datang dan menabrak kita,” ujar Prengky Tanjung, Sabtu, 14/3/2026.
Ia menjelaskan jumlah lampu PJU yang padam mencapai belasan titik di sepanjang jalur tersebut. Lokasi lampu yang tidak berfungsi membentang mulai dari kawasan kuburan Cina di bawah Bukit Tengkorak hingga jalur menanjak menuju Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kepulauan Anambas.
Meski masih ada beberapa lampu yang menyala, jumlahnya sangat sedikit sehingga tidak mampu menerangi seluruh ruas jalan secara maksimal.
Menurut Prengky, model PJU yang terpasang di kawasan tersebut menggunakan sistem panel surya. Namun, penyebab pasti padamnya lampu hingga kini belum diketahui.
“Dilihat-lihat model PJU ini menggunakan panel surya. Kami pun tidak tahu penyebab padamnya, apakah komponennya dicuri atau karena kerusakan lain. Yang jelas, sudah mau setahun lampu ini padam,” kata Prengky.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan dari masyarakat terkait manajemen perawatan dan pengawasan terhadap fasilitas penerangan jalan tersebut. Pasalnya, PJU merupakan sarana vital untuk menunjang keselamatan pengguna jalan, terutama pada malam hari.
Sementara itu, Humas Balai Pengelola Transportasi Daerah (BPTD) Kepulauan Riau, Ponco Kasogi, membenarkan bahwa aset PJU di kawasan Tarempa Selatan masih merupakan milik BPTD Riau.
“Baru saja berkoordinasi dengan bagian teknis, itu aset BPTD Riau, sebelum pemekaran menjadi BPTD Kepri. Untuk kelanjutannya, akan diproses bersama tim teknis,” ujar Ponco Kasogi.
Warga pun berharap pemerintah segera memperbaiki lampu penerangan jalan tersebut agar jalur Tarempa Selatan kembali terang dan keselamatan pengendara yang melintas pada malam hari dapat terjamin.(Red)













