NatunaSosial dan Ekonomi

Pemkab Natuna Gandeng Masyarakat Tangani Sampah, Dorong 3R dan Bank Sampah

5
×

Pemkab Natuna Gandeng Masyarakat Tangani Sampah, Dorong 3R dan Bank Sampah

Sebarkan artikel ini
Tempat Sampah, (Foto: Leon's)

Natuna, Anambasnews.com – Pemerintah Kabupaten Natuna menguatkan komitmen dalam membangun lingkungan berkelanjutan dengan fokus pada optimalisasi pengelolaan sampah, mengingat peningkatan volume sampah di Kecamatan Bunguran Timur, khususnya wilayah Ranai dan sekitarnya.

Ke depan, pengelolaan sampah akan beralih ke sistem yang lebih ramah lingkungan dengan penerapan metode sanitary landfill di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sebayar mulai tahun 2026. Metode ini menggantikan sistem open dumping yang telah lama digunakan, sehingga menjamin keamanan kesehatan masyarakat dan kelestarian alam. Selain itu, kebersihan di berbagai Tempat Pembuangan Sementara (TPS) juga terus ditingkatkan.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah B3 dan Peningkatan Kapasitas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Natuna, Poller Sirait, menyampaikan bahwa upaya pengelolaan sampah yang sehat harus dimulai dari tingkat rumah tangga melalui pemilahan sampah sesuai jenisnya organik, anorganik, B3, dan residu.

“Ke depan, DLH akan menyediakan tong sampah terpisah minimal untuk sampah organik dan anorganik, dengan penempatan yang disesuaikan bersama masyarakat,” ujar Poller saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis, 22 Januari 2026.

Ia juga menambahkan bahwa pihaknya berupaya mengurangi volume sampah residu seperti popok bekas, sachet, dan styrofoam yang berpotensi mencemari lingkungan. Untuk itu, masyarakat diimbau aktif menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) – mulai dari membatasi penggunaan barang sekali pakai, menggunakan kembali barang layak pakai, hingga mendaur ulang sampah menjadi produk bernilai ekonomi seperti kompos atau kerajinan tangan.

Saat ini, TPS kawasan Pasar Lama telah ditutup dan digantikan tiga unit kontainer sampah, dengan rencana penambahan dua unit lagi tahun ini. Masyarakat diharapkan membuang sampah langsung ke dalam kontainer guna menjaga kebersihan, menunggu pembangunan TPS baru di kawasan Tegul Laksamana atau sekitar Pasar Rakyat yang baru.

Dalam upaya kolaboratif dengan masyarakat, DLH juga membina bank sampah yang beroperasi di Penagi (Kecamatan Bunguran Timur) dan Kecamatan Pulau Tiga, yang mengolah sampah menjadi produk seperti ekobrik. Ke depan, diharapkan setiap kelurahan dan desa di Natuna memiliki bank sampah sendiri.

Namun, DLH juga mendorong pengembangan ekoenzim melalui sosialisasi ke sekolah-sekolah untuk menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini. Tak hanya itu, Rumah Kompos yang dibangun di Ranai Darat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) 2024 telah beroperasi dan dikelola oleh kelompok masyarakat, dilengkapi dengan alat pencacah dan pengayak kompos. Fasilitas ini diharapkan tidak hanya mengurangi sampah organik, tetapi juga menjadi sumber pendapatan bagi desa atau kelurahan.

Pada tahun 2025, TPS 3R juga telah dibangun di Puak (Kecamatan Bunguran Timur) melalui DAK. Dengan tersedianya berbagai fasilitas ini, diharapkan hanya sampah residu yang akan dibawa ke TPA, sehingga pengelolaan sampah di Natuna dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan.(*Jahari)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dilarang mengambil konten!!