BeritaLingga

Nelayan dari Lingga Diselamatkan Setelah Perahu Tenggelam Akibat Cuaca Buruk

36
×

Nelayan dari Lingga Diselamatkan Setelah Perahu Tenggelam Akibat Cuaca Buruk

Sebarkan artikel ini
Nelayan dari Lingga Diselamatkan Setelah Perahu Tenggelam dari warga, (Foto: Ist)

Lingga, Anambasnews.com – Seorang nelayan dari Masyarakat Berjung, Desa Batu Belobang, Kecamatan Bakung Serumpun, Kabupaten Lingga, bernama Jafar berhasil diselamatkan setelah perahu motornya tenggelam akibat cuaca buruk yang melanda pada Minggu, 25 Januari 2026.

Nelayan yang akrab disapa Jafar sedang menaiki tutupan paibar di tengah laut saat badai disertai hujan deras dan angin kencang mengguncang perairan sekitar Pulau Buaya. Pompong miliknya yang berukuran lebih dari 5 meter semula masih dapat terlihat, namun kemudian tenggelam akibat papan yang pecah. Seiring memburuknya kondisi cuaca, Jafar kehilangan pandangan terhadap perahunya yang mulai terisi air sebelum akhirnya lenyap dari pandangan.

“Jam sembilan pagi lewat saya masih lihat pompongnya. Tapi makin mendekati siang, air masuk terus dan sekitar jam sebelas sudah hilang dari pandangan saya,” ujar Jafar.

Tak berani mengambil risiko turun ke laut karena ombak tinggi, Jafar memutuskan bertahan di atas paibar yang terapung. Setelah cuaca mulai membaik, ia melihat sebuah pompong yang menghadap ke arahnya. Pompong tersebut ternyata milik adiknya sendiri, yang sebelumnya mengira ada orang yang hanyut terbawa arus dan gelombang di atas tutupan paibar.

Sementara itu, Adik Jafar segera datang membantu mengevakuasinya dengan baik. Setelah selamat, Jafar mengabarkan kejadian tersebut kepada warga sekitar di Pulau Berjung.

Sekitar pukul 11.00 WIB, lima unit pompong bersama sejumlah warga, Ketua RT setempat, dan anggota Ansor Laut (AL) Desa Cempa berangkat mencari pompong yang tenggelam. Dengan menggunakan alat selam kompresor, mereka berhasil menemukan dan menarik perahu tersebut kembali ke daratan Pulau Berjung.

“Butuh beberapa kali menyelam ke dasar laut untuk bisa menarik pompongnya. Alhamdulillah, sekitar jam empat sore, pompong berhasil dibawa pulang,” ucap Jafar.

Setelah diperiksa, pompong tersebut mengalami kerusakan dan perlu diperbaiki sebelum dapat digunakan kembali.

Sementara itu, Kepala Desa Batu Belobang, Hasnan, mengapresiasi keselamatan warganya dan mengingatkan para nelayan untuk selalu berhati-hati saat berlayar, terutama dengan kondisi cuaca yang tak menentu.

“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa. Kita bersyukur Bang Jafar selamat. Ini jadi peringatan agar nelayan lebih waspada terhadap potensi badai mendadak di laut,” ujar Hasnan.(*Suharman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *