Natuna, Anambasnews.com – Di sela kesibukannya menjaga keamanan penerbangan di Bandar Udara Ranai Natuna, Ibu Dina (42) tak pernah berhenti memanjatkan doa. Sebagai seorang ibu, harapannya sederhana namun bermakna besar: melihat anaknya bisa melanjutkan pendidikan tinggi, menggapai masa depan yang lebih baik dari keterbatasan yang ada.
Harapan itu kini menjadi nyata. Putri pertamanya Anasthazya Puji Dhynata (18) berhasil menembus bangku kuliah S1 Manajemen Informasi Kesehatan di Universitas Esa Unggul melalui program beasiswa kerja sama Pemerintah Kabupaten Natuna.
Bagi istri dari Pamujiono anggota TNI AU, pencapaian ini bukan sekadar keberhasilan akademik. Ini adalah buah dari perjuangan panjang, doa yang tak putus, serta hadirnya sosok yang menurutnya membawa harapan baru bagi putra-putri Natuna: Faisal Firman ASN Natuna dengan jabatan terakhir Kabag Kerjasama Setda Kabupaten Natuna.
“Saya sangat kagum dengan beliau. Seorang pejabat yang berhati mulia, ramah, humoris tapi tegas. Perjuangan beliau luar biasa,” tutur Dina dengan penuh haru kepada media, Rabu, 14 Januari 2026.
Ia mengenang bagaimana Faisal Firman selama dua tahun terakhir tanpa lelah membuka jalan kerja sama beasiswa dengan berbagai universitas ternama. Sebuah upaya yang tidak mudah, penuh tantangan, dan belum pernah ada sebelumnya.
“Beliau berjuang dengan hati nurani. Mengorbankan tenaga, waktu, pikiran, bahkan materi. Banyak anak-anak Natuna yang sebelumnya putus asa, tidak percaya diri, bingung melanjutkan kuliah karena ekonomi dan faktor lainnya, Alhamdulillah, kehadiran beliau mengubah semuanya,” ujarnya lirih.
Program beasiswa itu kini telah mengantarkan sekitar 190 putra-putri Natuna menimba ilmu di perguruan tinggi unggulan. Bagi Dina, angka itu bukan sekadar statistik, melainkan ratusan mimpi yang kembali hidup.
Perubahan besar pun dirasakan pada Anasthazya. Sejak menerima beasiswa, motivasi belajarnya melonjak tajam. Ia menetapkan target tinggi dan berusaha memenuhi standar akademik yang ditetapkan.
“Sekarang dia lebih fokus, disiplin, dan percaya diri,” kata Dina bangga.
Nilai akademiknya terus meningkat hingga meraih IPK 3,88 dengan predikat Magna Cum Laude. Tak hanya itu, Anasthazya juga aktif dalam kegiatan kemahasiswaan, belajar mengelola waktu, keuangan, serta tanggung jawab sebagai mahasiswa.
Perjalanan menuju beasiswa tersebut, menurut Dina, penuh perjuangan. Anasthazya harus belajar keras, disiplin, dan mengikuti seleksi ketat melalui jalur rapor. Semua itu dilalui dengan bimbingan orang tua, guru, serta arahan yang konsisten dari program beasiswa Pemkab Natuna.
Kini, di balik kesibukan Dina sebagai Avsec di Bandar Udara Ranai Natuna , ada rasa syukur yang terus mengalir. Ia berharap program beasiswa ini tetap berlanjut meski Faisal Firman telah purna tugas.
“Semoga perjuangan beliau tidak berhenti. Kami berharap pejabat penerus memiliki visi dan komitmen yang sama, bahkan lebih baik, demi masa depan pendidikan anak-anak Natuna,” ucapnya penuh harap.
Di akhir ceritanya, Dina menyampaikan pesan yang lahir dari hati seorang ibu.
“Terima kasih tak terhingga kepada Bapak Faisal Firman, S.T. Perjuangan dan keteladanan beliau akan selalu kami kenang. Selamat purna tugas. Semoga Allah SWT senantiasa melindungi dan memberkahi setiap langkah beliau.”
Bagi Dina, beasiswa ini bukan hanya tentang kuliah. Ini tentang harapan, tentang mimpi yang akhirnya menemukan jalannya, dan tentang keyakinan bahwa dari Natuna, lahir generasi yang siap membangun masa depan daerahnya dengan ilmu dan akhlak.(*Dani)













