ANAMBASNEWS.COM, Tanjungpinang – Menyambut bulan suci Ramadan 1446 Hijriah, Tempat Pemakaman Umum (TPU) Taman Bahagia di Jalan Taman Bahagia, Tanjungpinang, mengalami lonjakan jumlah peziarah yang datang untuk mendoakan keluarga dan kerabat yang telah berpulang. Sejak pagi hingga menjelang senja, pemakaman ini dipenuhi warga dari berbagai kalangan, Jumat, 28 Februari 2025.
Ziarah kubur menjelang Ramadan telah menjadi tradisi yang melekat dalam kehidupan umat Islam di Nusantara, termasuk di Tanjungpinang.
Selain sebagai bentuk penghormatan, tradisi ini juga menjadi pengingat akan hubungan batin yang tetap terjalin dengan mereka yang telah meninggal dunia.
Para peziarah datang baik secara individu maupun berkelompok, membawa air untuk menyiram makam, bunga tabur, serta peralatan kebersihan guna membersihkan area peristirahatan orang-orang tercinta. Suasana haru dan khidmat terasa begitu kuat, dengan lantunan doa-doa yang dipanjatkan penuh ketulusan di samping pusara.
Indra (36), seorang warga Kampung Baru, mengungkapkan bahwa ziarah kubur menjelang Ramadan telah menjadi kebiasaan turun-temurun dalam keluarganya.
“Setiap menjelang Ramadan, kami selalu menyempatkan diri datang ke makam orang tua. Kami membersihkan makam, menabur bunga, dan memanjatkan doa agar mereka mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah. Ini bukan sekadar rutinitas, tetapi juga momen introspeksi sebelum memasuki bulan penuh berkah,” ujarnya.
Selain keluarga, kelompok pengajian dan komunitas keagamaan juga terlihat melakukan ziarah secara kolektif. Mereka membersihkan makam, merapikan batu nisan, serta berdoa bersama dengan penuh kekhusyukan.
Di sisi lain, petugas TPU Taman Bahagia turut menjaga ketertiban dan kebersihan area pemakaman. Mereka mengingatkan peziarah untuk membuang sampah pada tempatnya serta menjaga ketenangan agar suasana tetap kondusif.
Fenomena ziarah kubur menjelang Ramadan tidak hanya terjadi di Tanjungpinang, tetapi juga di berbagai daerah lain di Indonesia. Selain sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur, momen ini menjadi ajang refleksi diri dalam menyambut bulan suci.
Seiring semakin dekatnya Ramadan, jumlah peziarah diperkirakan terus meningkat, terutama pada malam sebelum 1 Ramadan.
Tradisi yang telah mengakar kuat ini menjadi bukti bahwa meskipun seseorang telah tiada, doa dan kasih sayang dari keluarga tetap mengalir dengan tulus dan tak terputus.(Anwar)













