ANAMBASNEWS.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kepulauan Anambas akan memberikan bantuan berupa alat penangkap sinyal bagi tiga Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang berada di zona blankspot internet.
Bantuan ini diharapkan dapat mengatasi kendala geografis wilayah kepulauan Anambas dan memastikan kelancaran pelaksanaan Pemilu 2024.
“Ada bantuan dari KPU RI, kami sedang menunggu,” ungkap Anuar, Komisioner KPU Anambas, pada Minggu, 17 November 2024.
Ia menjelaskan bahwa alat penangkap sinyal ini berasal dari salah satu provider layanan internet berbasis satelit, yaitu Starlink.
Dari total 112 TPS di Kabupaten Kepulauan Anambas, hanya tiga TPS yang mengalami kesulitan jaringan internet. Tiga TPS tersebut berlokasi di satu titik di Kecamatan Jemaja dan dua titik di Kecamatan Kute Siantan.
“Internet sangat penting untuk mendukung kinerja Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), terutama untuk melaporkan hasil perhitungan suara melalui aplikasi Sirekap,” tambah Anuar.
Anuar mengungkapkan bahwa kendala jaringan internet di beberapa TPS terjadi akibat kondisi geografis Anambas yang terdiri dari 255 pulau dengan struktur berbukit-bukit.
“Wilayah Anambas ini sangat beragam, dan pemerataan sinyal tentu masih menjadi tantangan. Namun, ini sudah jauh lebih baik dibandingkan Pemilu sebelumnya,” jelasnya.
Jika rencana ini terealisasi, KPU RI akan mengeluarkan surat resmi kepada KPU daerah untuk menyewa layanan alat penangkap sinyal tersebut. Meski begitu, petugas KPPS tetap dapat menggunakan aplikasi berbasis offline untuk mengisi data sebelum mengunggahnya di area yang memiliki sinyal internet.
“Petugas KPPS bisa mengunduh aplikasi dan data saat sinyal tersedia. Setelah data diisi secara offline dan diperiksa kebenarannya, petugas akan mencari lokasi yang memiliki sinyal untuk mengunggah data tersebut. Proses ini tetap diawasi untuk menjaga akurasi,” ujar Anuar.
Bantuan ini menjadi salah satu langkah inovatif KPU untuk menghadirkan pemilu yang lebih efisien dan inklusif di wilayah dengan tantangan geografis seperti Anambas. Dengan teknologi ini, diharapkan seluruh TPS dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, tanpa terkendala masalah sinyal internet.(Burhan)













