Natuna, Anambasnews.com – Konsulat Amerika Serikat untuk wilayah Sumatera kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di daerah dengan menggelar workshop pengajaran bahasa Inggris bagi para guru di Kabupaten Natuna. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Perpustakaan dan Kearsipan Daerah, Ranai, pada Senin (13/04/2026).
Workshop tersebut dihadiri langsung oleh Konsul AS untuk wilayah Sumatera, Lisa Poldony, yang datang bersama Kevin B. McCaughey. Kehadiran mereka menjadi bagian dari tindak lanjut kunjungan sebelumnya ke Natuna pada Februari lalu, saat para guru menyampaikan kebutuhan peningkatan kompetensi bahasa Inggris.
Dalam sambutannya, Lisa menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk nyata dukungan dan “hadiah persahabatan” bagi para pendidik di Natuna. Ia menyoroti pentingnya penguasaan bahasa Inggris sebagai kunci membuka peluang pendidikan tinggi dan akses global.
“Bahasa Inggris memiliki banyak manfaat, terutama dalam membuka peluang dunia. Kami melihat Natuna sebagai wilayah yang memiliki potensi besar untuk berkembang,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa kualitas pembelajaran sangat bergantung pada kemampuan guru. Oleh karena itu, workshop difokuskan pada peningkatan metode pengajaran agar lebih efektif dan aplikatif di kelas.
Dukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari pemerintah daerah. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Natuna, Hendra Kusuma, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kontribusi yang diberikan.
“Kami sangat berterima kasih atas ilmu yang dibagikan kepada guru-guru di Natuna. Ini menjadi langkah penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Inggris,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Natuna, Erson Gempa Apriandi, juga menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan.
Ia mengaku bangga karena Konsulat AS memilih perpustakaan daerah sebagai lokasi kegiatan penting tersebut. Menurutnya, kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk menghidupkan program inklusi di perpustakaan.
“Kami merasa bangga dan berterima kasih karena Perpustakaan Daerah dipilih sebagai tempat kegiatan ini. Ke depan, kegiatan seperti ini akan semakin menghidupkan program inklusi di perpustakaan,” ujarnya.
Erson juga menegaskan kesiapan pihaknya untuk terus mendukung program kerja sama serupa di masa mendatang.
“Kami siap menjadikan perpustakaan sebagai tempat berbagai program kerja Konsulat AS, termasuk untuk tahun 2027 dan seterusnya,” tambahnya.
Workshop yang berlangsung selama dua hari ini diikuti oleh guru bahasa Inggris dari jenjang SD, SMP, hingga SMA se-Natuna. Selain memperkuat kompetensi pengajar, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mempererat kerja sama pendidikan antara Indonesia dan Amerika Serikat.
Dengan semangat kolaborasi dan peningkatan kapasitas, Natuna kini semakin optimistis mencetak generasi yang siap bersaing di tingkat global.(*Dani)













