BengkalisInfotorial

Kapolri Terima Penghargaan Adat Ingatan Budi dari LAM Riau, Bupati Bengkalis Saksikan Langsung

392
×

Kapolri Terima Penghargaan Adat Ingatan Budi dari LAM Riau, Bupati Bengkalis Saksikan Langsung

Sebarkan artikel ini
Kapolri Terima Penghargaan Adat Ingatan Budi dari LAM Riau, Sabtu, 12/7/2025. (Foto: Ist)

ANAMBASNEWS.COM, Bengkalis – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, menerima Penganugerahan Adat Ingatan Budi dari Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) dalam suatu prosesi adat yang berlangsung khidmat di Balai Adat LAMR Provinsi Riau pada Sabtu, 12 Juli 2025.

Penganugerahan tersebut diberikan sebagai bentuk penghormatan masyarakat Melayu atas jasa dan pengabdian Bapak Kapolri dalam menjaga keamanan, memperkuat persatuan Bangsa, serta peran aktifnya dalam mendukung pelestarian adat istiadat dan budaya Melayu. Bupati Bengkalis, Kasmarni, hadir langsung dalam prosesi penganugerahan tersebut.

Dalam sambutannya, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyampaikan ucapan terima kasih atas penghormatan yang diberikan masyarakat Melayu melalui LAM Riau.

“Penganugerahan ini merupakan kehormatan yang sangat besar, tidak hanya bagi saya pribadi, tetapi juga bagi seluruh jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia,” ujar Kapolri.

Kapolri juga berpesan agar seluruh elemen Bangsa, khususnya generasi muda, senantiasa menjaga dan melestarikan adat istiadat serta budaya Bangsa sebagai jati diri dan kekuatan dalam menghadapi tantangan zaman. “Jagalah warisan budaya kita. Hormati leluhur dan teruslah berbuat untuk kebaikan Negeri,” kata Kapolri.

Gubernur Riau Abdul Wahid dalam sambutannya mengapresiasi penganugerahan yang diberikan LAMR kepada Bapak Kapolri sebagai bentuk sinergi antara adat, Pemerintah, dan Aparat Penegak Hukum dalam menjaga harmoni kehidupan berbangsa.

Sementara itu, Ketua Umum MKA LAMR Datuk Seri Marjohan Yusuf menegaskan bahwa penganugerahan Ingatan Budi merupakan salah satu wujud penghormatan tertinggi masyarakat adat Melayu kepada tokoh yang dinilai memiliki jasa besar terhadap Bangsa, Daerah, serta dalam menjaga marwah adat dan budaya.

Prosesi penganugerahan berlangsung dengan penuh khidmat, diawali dengan penyambutan secara adat, prosesi tepuk tepung tawar, serta penyematan selempang dan tanjak Melayu sebagai tanda penghormatan adat. Turut hadir dalam kegiatan tersebut, para pejabat tinggi negara, tokoh adat, dan masyarakat Melayu.(*Suryani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dilarang mengambil konten!!