BengkalisInfotorial

Gubernur Riau dan Bupati Bengkalis Audiensi dengan Menko Perekonomian Bahas Percepatan Pembangunan Pesisir

29
×

Gubernur Riau dan Bupati Bengkalis Audiensi dengan Menko Perekonomian Bahas Percepatan Pembangunan Pesisir

Sebarkan artikel ini
Bupati Bengkalis, Kasmarni, Selasa, 6/5/2025. (Foto : Diskominfo)

ANAMBASNEWS.COM, Bengkalis – Dalam upaya mempercepat pembangunan dan pemerataan ekonomi di wilayah pesisir, Gubernur Riau Abdul Wahid bersama Bupati Bengkalis Kasmarni dan para Bupati/Wali Kota se-Provinsi Riau melakukan audiensi dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto. Pertemuan yang berlangsung di Kantor Kemenko Perekonomian RI, Jakarta, Selasa, 6 Mei 2025, menjadi wadah penting untuk menyampaikan berbagai usulan strategis daerah.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Bengkalis Kasmarni menyampaikan sejumlah gagasan prioritas, salah satunya adalah pembangunan jembatan penghubung antara Pulau Bengkalis dan Pulau Sumatera melalui Kecamatan Bukit Batu. Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta mendukung mobilitas masyarakat secara efisien dan ekonomis.

“Dengan adanya jembatan ini, arus logistik dapat berlangsung lebih cepat dan biaya transportasi bisa ditekan, yang tentunya berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi masyarakat Pulau Bengkalis,” ujar Kasmarni.

Selain itu, Kasmarni juga mengusulkan pengembangan kawasan industri di wilayah pesisir Bukit Batu, tepatnya di Desa Buruk Bakul. Kawasan ini dirancang untuk mendorong hilirisasi produk unggulan daerah seperti hasil perkebunan, perikanan, dan kelautan. Lokasinya yang strategis di jalur pelayaran internasional diyakini mampu menarik investasi domestik maupun asing.

Tak hanya di sektor infrastruktur dan industri, Kabupaten Bengkalis juga menaruh perhatian pada sektor pariwisata. Dalam audiensi tersebut, Pemkab Bengkalis mengusulkan penetapan Pulau Rupat sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata. Pulau dengan pesona pantai berpasir putih, hutan mangrove, dan kekayaan budaya Melayu seperti seni Zapin Api ini dianggap memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara berkelanjutan.

“Status KEK diharapkan mampu menjadikan Pulau Rupat sebagai destinasi unggulan yang tidak hanya mendongkrak Pendapatan Asli Daerah, tetapi juga memberdayakan masyarakat lokal melalui pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata,” tambahnya.

Menanggapi berbagai usulan tersebut, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan apresiasi atas inisiatif dan perencanaan Pemerintah Daerah. Ia menyatakan komitmen Pemerintah Pusat untuk menelaah dan menindaklanjuti usulan-usulan tersebut sesuai mekanisme yang berlaku, serta menjalin koordinasi lintas kementerian guna mempercepat proses yang diperlukan.

Pertemuan ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkalis dr. Ersan Saputra TH dan sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama serta Administrator di lingkungan Pemkab Bengkalis.(Suryani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dilarang mengambil konten!!