KepriPendidikan dan Kesehatan

Dosen UMRAH Ikut Riset Laut Dalam BRIN–OceanX di Laut Sulawesi

143
×

Dosen UMRAH Ikut Riset Laut Dalam BRIN–OceanX di Laut Sulawesi

Sebarkan artikel ini
Dosen Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), Wahyudin, S.Pi., M.Si., Ph.D (Foto: Ist)

Anambasnews.com — Dosen Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), Wahyudin, S.Pi., M.Si., Ph.D, turut ambil bagian dalam program riset laut dalam (deep sea research) dan capacity building hasil kolaborasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dengan OceanX, yang berlangsung pada 4–25 Januari 2026.

Riset ini menggunakan kapal riset canggih R/V OceanXplorer untuk mengeksplorasi biodiversitas ekosistem gunung laut (seamount) di kawasan Laut Sulawesi.

Berbagai instrumen oseanografi modern diterapkan, mulai dari CTD (Conductivity, Temperature, Depth) untuk pengambilan sampel air laut hingga kedalaman 4.000 meter, hingga ROV (Remotely Operated Vehicle) yang mampu menjangkau kedalaman 6.000 meter.

Selain itu, tim peneliti juga melakukan observasi langsung dasar laut dan biodiversitas melalui penyelaman submersible OceanX hingga kedalaman sekitar 1.000 meter.

Pengamatan mamalia laut turut dilakukan menggunakan helikopter OceanX yang terbang dua kali sehari, pagi dan sore, dengan durasi sekitar 2–2,5 jam per sesi.

Wahyudin menjelaskan, fokus penelitiannya dalam ekspedisi ini adalah pemodelan siklus nutrien di perairan laut dalam, khususnya di kawasan gunung laut.

Penelitian tersebut diharapkan dapat mengungkap peran seamount dalam meningkatkan produktivitas perairan yang berdampak pada potensi perikanan, terutama di wilayah Laut Sulawesi yang dikenal sebagai daerah penangkapan Tuna, Cakalang, dan Tongkol (TCT).

Meski Provinsi Kepulauan Riau tidak memiliki karakteristik laut dalam, Wahyudin menilai metode, teknologi, dan pendekatan riset yang diperoleh dari program ini sangat relevan untuk peningkatan kapasitas dosen dan mahasiswa UMRAH, serta penguatan riset kelautan di wilayah kepulauan.

Menurutnya, Kepulauan Riau memiliki wilayah perairan yang luas dan kaya sumber daya pesisir serta laut, namun hingga kini ketersediaan data ilmiah masih terbatas. Karena itu, riset berbasis sains menjadi fondasi penting dalam mendukung kebijakan kelautan dan perikanan yang tepat sasaran.

“Dengan data yang kuat, kebijakan pembangunan kelautan akan lebih akurat dan berkelanjutan, sehingga potensi laut benar-benar bisa menjadi penggerak utama perekonomian daerah,” ujar Wahyudin.(*Dani)

Sumber : umrah.ac.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dilarang mengambil konten!!