ANAMBANEWS.COM – Selama sepekan terakhir, cuaca ekstrem melanda Kabupaten Anambas, mengakibatkan berbagai bencana yang berdampak pada warga dan infrastruktur. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Anambas melaporkan sedikitnya lima rumah warga roboh diterjang gelombang laut.
“Rumah yang roboh berada di Tingau, Impol, Sunggak, Bukit Padi, dan Air Sena,” ujar Muslim, Humas BPBD Anambas, pada Rabu, 15 Januari 2025.
Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, berkat kesiapsiagaan masyarakat yang telah menerima peringatan dini dari BMKG.
“Warga saling bergotong royong dan berjaga secara bergiliran di wilayah masing-masing,” tambahnya.
Selain rumah warga, cuaca ekstrem juga menyebabkan sejumlah pohon tumbang di beberapa lokasi, termasuk Siantan, Kute Siantan, dan Jemaja Timur.
“Paling parah terjadi di kawasan Soekarno Hatta, Siantan. Pohon besar yang tumbang sempat menyebabkan listrik padam dan akses jalan terputus,” ungkap Muslim.
Fasilitas umum pun tak luput dari dampak bencana. Jembatan pelabuhan Kusik, yang biasanya digunakan warga untuk menyeberang dari Jemaja ke Jemaja Barat, mengalami kerusakan berat. Selain itu, pelabuhan Pulau Dara juga rusak parah dan untuk sementara tidak dapat digunakan.
BPBD mencatat dua kecelakaan laut akibat cuaca buruk. Insiden pertama terjadi di Desa Mubur pada Senin, 13 Januari 2025, melibatkan Abdullah (62) yang hingga kini masih dinyatakan hilang. Hanya puing-puing pompongnya yang berhasil ditemukan, dan pencarian terus dilakukan.
Kejadian kedua terjadi di Batu Lusuk, Siantan, di hari yang sama. Antonius Joni (42), korban dalam insiden tersebut, berhasil selamat dan telah kembali ke keluarganya.
Sebagai bentuk tanggap darurat, BPBD telah menyalurkan bantuan berupa sembako kepada warga terdampak. “Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban mereka sementara kami terus memantau kondisi di lapangan,” tutup Muslim.(Akbar)













