KepriSosial dan EkonomiTanjungpinang

BPS Kepri Rilis Statistik Ekonomi: Inflasi, NTP, dan Pariwisata Meningkat Positif

31
×

BPS Kepri Rilis Statistik Ekonomi: Inflasi, NTP, dan Pariwisata Meningkat Positif

Sebarkan artikel ini
BPS Kepri Rilis Statistik Ekonomi: Inflasi, NTP, dan Pariwisata Meningkat Positif

ANAMBASNEWS.COM, Tanjungpinang – Badan Pusat Statistik (BPS) Kepulauan Riau (Kepri) menggelar acara Rilis Berita Resmi Statistik di Gedung Daerah Tanjungpinang, membahas indikator ekonomi makro, seperti inflasi, Nilai Tukar Petani (NTP), perkembangan pariwisata, dan transportasi, Kamis, 3/1/2025.

Acara ini dipimpin oleh Kepala BPS Kepri, Dr. Margaretha Ari Anggorowati, serta dihadiri Gubernur Kepri, H. Ansar Ahmad, bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pemangku kepentingan lainnya.

Dr. Margaretha memaparkan bahwa inflasi di Kepri pada Desember 2024 tercatat sebesar 0,68% secara bulanan, didorong oleh kenaikan harga komoditas seperti cabai merah, santan segar, dan telur ayam ras. Secara tahunan, inflasi Kepri mencapai 2,09%, masih dalam kisaran aman sesuai target nasional sebesar 2,5% ±1%.

“Kendali inflasi yang baik ini merupakan hasil sinergi antara pemerintah daerah, OPD, dan sektor swasta,” jelas Dr. Margaretha.

Gubernur Ansar Ahmad turut mengapresiasi capaian ini, menekankan pentingnya stabilitas inflasi bagi daya beli masyarakat.

Pada Desember 2024, NTP Kepri mencapai 104,63, naik 0,87% dibandingkan bulan sebelumnya. Peningkatan ini didorong oleh subsektor tanaman perkebunan rakyat, yang mencatat kenaikan tertinggi sebesar 2,28%.

“Peningkatan ini menunjukkan pendapatan petani semakin membaik, khususnya di sektor perkebunan,” tambah Dr. Margaretha.

Gubernur Ansar juga mengumumkan program pemberian iuran BPJS bagi petani mulai 2025, memperkuat perlindungan sosial dan kesejahteraan.

Sektor pariwisata Kepri terus menunjukkan tren pemulihan. Pada November 2024, jumlah wisatawan mancanegara (wisman) mencapai 138.873 orang, meningkat 5,84% dibandingkan tahun sebelumnya.

Dari Januari hingga November 2024, total kunjungan mencapai 1.471.449 orang, didominasi oleh wisatawan dari Singapura (50,6%) dan Malaysia (20,9%).

Gubernur Ansar menargetkan angka kunjungan wisatawan kembali ke level pra-pandemi, yakni 2,86 juta pada 2019.

“Ini adalah tantangan besar, tetapi saya optimistis dengan kerja sama semua pihak, target ini bisa tercapai,” ujarnya.

Keberhasilan Kepri dalam menjaga stabilitas inflasi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat tidak lepas dari berbagai kebijakan strategis, seperti, program pendidikan pemberian SPP dan seragam gratis, ketahanan pangan upaya menekan harga komoditas utama, dan layanan kesehatan penguatan Jamkesda dan perluasan BPJS untuk petani dan nelayan.**

Editor : Indra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dilarang mengambil konten!!