BatamPendidikan dan Kesehatan

BP Batam Komitmen Selesaikan Klaim Secara Adil, Pembangunan Sekolah Merah Putih Bermanfaat untuk Semua

1
×

BP Batam Komitmen Selesaikan Klaim Secara Adil, Pembangunan Sekolah Merah Putih Bermanfaat untuk Semua

Sebarkan artikel ini
Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, (Foto: BP Batam)

Batam, Anambasnews.com – Badan Pengusahaan (BP) Batam memastikan kehadiran personel di kawasan pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih, Rempang, pada Kamis (13/8/2026) merupakan bagian dari pengamanan dan pengawalan proses pembangunan, bukan penggusuran sebagaimana narasi yang berkembang.

Kehadiran petugas bertujuan menjaga keamanan kawasan, memastikan aktivitas pembangunan berjalan tertib, serta mencegah terjadinya gesekan antara petugas dan masyarakat. Seluruh personel diarahkan mengedepankan pendekatan persuasif, humanis, dan pengendalian diri, tanpa tindakan provokatif.

Sekolah Terintegrasi Merah Putih dibangun di atas lahan Hak Pengelolaan (HPL) BP Batam seluas 18,5 hektare. Sebelum HPL diterbitkan, BP Batam telah menangani empat klaim atas lahan tersebut sesuai prosedur:

Dua klaim telah ditindaklanjuti yaitu, Dua klaim lainnya belum dapat diverifikasi karena dokumen pendukung belum lengkap.

BP Batam telah membuka ruang dialog dan pertemuan berulang kali, namun hingga kini dokumen yang diperlukan belum disampaikan. Masyarakat tetap berhak menempuh mekanisme hukum yang berlaku guna menyelesaikan persoalan secara objektif.

Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menjelaskan bahwa pada 13 Agustus sempat terjadi situasi di mana dua peserta aksi berupaya membuka pakaian.

Petugas perempuan segera memberikan kain penutup bukan untuk membatasi aspirasi, melainkan untuk melindungi privasi, martabat, dan kehormatan peserta aksi agar tidak terekspos di ruang publik maupun terekam kamera.

“Kami telah mengantisipasi kemungkinan itu dengan menyiapkan kain penutup. Langkah itu dilakukan semata-mata untuk menjaga privasi dan mencegah ketegangan semakin membesar. Ini bagian dari arahan pimpinan untuk selalu mengedepankan pengendalian diri dan pendekatan persuasif,” jelas Ariastuty.

Persepsi adanya aksi saling dorong pun diluruskan tindakan petugas diarahkan untuk mencegah kondisi semakin terbuka sekaligus menjaga situasi tetap kondusif.

BP Batam menegaskan perbedaan pandangan tidak akan mengubah pendekatan yang humanis. Ruang komunikasi dan dialog tetap terbuka bagi kedua warga yang mengajukan klaim. Setiap proses penyiapan lahan dilakukan sesuai ketentuan hukum, verifikasi dokumen, dan penyelesaian yang terukur.

“Yang dilakukan petugas adalah pengamanan dan pengawalan pembangunan. Kami pastikan seluruh personel bekerja dengan pendekatan humanis, persuasif, dan menjaga situasi tetap kondusif,” tegas Ariastuty.

Pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih diharapkan tetap berjalan dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di kawasan Rempang–Galang.**

Editor : Ind

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *