Lingga, Anambasnews.com – Ikan ekor kuning menjadi komoditas ekspor luar negeri yang paling banyak didapatkan oleh nelayan di Pulau Buyu, Desa Rejai, Kecamatan Bakung Serumpun, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau.
Timah, seorang pengolah ikan di wilayah tersebut, mengaku sehari-hari ia dan warga lainnya bekerja mengolah daging ikan ekor kuning yang ditangkap nelayan di wilayah perairan Kecamatan Bakung Serumpun dan pulau-pulau di sekitarnya.
“Dari tahun ke tahun, mayoritas tangkapan nelayan kami baik yang tua maupun muda paling utama mencari ikan ekor kuning. Bahkan pada tahun 2001 lalu, ada dua kali musim ikan ekor kuning yang sangat melimpah, ditangkap menggunakan pancing,” ungkap Timah kepada Awak Madiya, Selasa (18/8/2026).
Ikan ekor kuning hasil tangkapan di wilayah ini dikenal memiliki kualitas yang sangat baik. Umumnya nelayan melaut menggunakan perahu pompong, dengan satu kapal berisi tujuh orang nelayan.
“Umumnya nelayan di sini berangkat pagi dan pulang sore menggunakan pompong laut. Namun ada juga yang melaut hingga satu atau dua minggu, tergantung kapalnya yang berlayar,” jelasnya.
Menurutnya, Ikan ekor kuning yang memenuhi standar ekspor akan diolah dan dikirim ke luar negeri, sedangkan yang belum memenuhi standar dijual untuk kebutuhan konsumsi sehari-hari di tempat penampungan terdekat.
“Penampung mengekspor ikan ekor kuning dalam bentuk filet. Sebab di daerah kami belum ada yang memproduksinya secara langsung. Setiap hari kami juga mengolah berbagai jenis ikan lain yang didaratkan di tempat penampungan,” tambah Timah.
Ia berharap dengan Potensi hasil laut ini dapat menjadi sumber penghidupan utama masyarakat di wilayah Kecamatan Bakung Serumpun.(*Suharman)













