Tanjungpinang

Bebas Mata SePeLe: Cerita Jurnalis Lokal Melawan Sepet, Perih, dan Lelah Akibat Layar Digital

10
×

Bebas Mata SePeLe: Cerita Jurnalis Lokal Melawan Sepet, Perih, dan Lelah Akibat Layar Digital

Sebarkan artikel ini
Jurnalis Lokal Anambasnews.com Dani Ramdani saat memakai Insto Dry Eyes (Foto: Dani/Anambasnews.com)

Tanjungpinang, Anambasnews.com – Profesi jurnalis dituntut bekerja cepat, akurat, dan hampir tanpa jeda di tengah derasnya arus informasi digital. Namun di balik produktivitas tersebut, ada keluhan kesehatan yang kerap luput dari perhatian: mata sepet, perih, dan lelah atau yang dikenal dengan istilah SePeLe.

Keluhan itu dirasakan langsung oleh Dani, jurnalis lokal asal Tanjungpinang, yang sehari-hari bekerja menggunakan perangkat elektronik seperti handphone dan laptop. Mulai dari menulis berita, mengedit naskah, memantau media sosial, hingga mengupload berita ke dalam CMS, semuanya dilakukan di depan layar.

“Dalam sehari bisa lebih dari 10 jam saya menatap layar. Awalnya cuma terasa sepet dan lelah, tapi lama-lama mata sering perih dan terasa kering, apalagi kalau kerja sampai malam,” ujar Dani di Kedai Kopi Titik Kumpul, Km. 7 Kota Tanjungpinang, Senin, 12 Januari 2026.

Sebagai jurnalis lapangan sekaligus penulis, Dani mengaku keluhan tersebut sempat mengganggu konsentrasinya saat bekerja. Mata terasa tidak nyaman, cepat lelah, bahkan terkadang memaksa dirinya berhenti sejenak dari aktivitas menulis.

“Kadang baru mulai ngetik, mata sudah terasa berat. Kalau dipaksakan, perihnya makin terasa,” katanya.

Ternyata kondisi tersebut merupakan gejala umum mata kering, yang sering dialami oleh pekerja dengan intensitas penggunaan perangkat digital tinggi. Paparan layar dalam waktu lama dapat mengurangi frekuensi kedipan mata, sehingga produksi dan kualitas air mata menurun.

Setelah mendapatkan edukasi tentang kesehatan mata, Dani mulai menyadari bahwa keluhan SePeLe tidak bisa dianggap sepele. Ia pun mencoba menggunakan obat tetes mata khusus mata kering, salah satunya INSTO Dry Eyes, sebagai bagian dari perawatan harian.

“Setelah rutin pakai INSTO Dry Eyes, mata terasa lebih nyaman. Rasa sepet dan perih berkurang, apalagi saat harus kerja lama di depan laptop,” ungkapnya.

Menurut Dani, penggunaan tetes mata membantu menjaga kelembapan mata sehingga aktivitas jurnalistik tetap bisa berjalan optimal tanpa terganggu rasa tidak nyaman. Namun ia juga menyadari bahwa tetes mata bukan satu-satunya solusi.

Kini, Dani mulai menerapkan kebiasaan kerja yang lebih ramah mata, seperti mengistirahatkan mata secara berkala, mengurangi penggunaan gawai saat tidak mendesak, serta memperbanyak minum air putih.

“Sebagai jurnalis, mata adalah aset utama. Kalau mata bermasalah, kerja juga terganggu. Jadi sekarang saya lebih peduli,” ujarnya.

Melalui pengalamannya, Dani berharap para pekerja digital, termasuk jurnalis, konten kreator, dan pelaku usaha online, lebih waspada terhadap gejala SePeLe.

Deteksi dini dan perawatan yang tepat, termasuk penggunaan tetes mata seperti INSTO Dry Eyes, dapat membantu menjaga kesehatan mata dalam jangka panjang.

Edukasi “Bebas Mata SePeLe” menjadi pengingat bahwa di era digital, menjaga kesehatan mata sama pentingnya dengan menjaga produktivitas. Karena mata yang sehat adalah kunci untuk terus berkarya tanpa batas.(*Dani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dilarang mengambil konten!!