KepriTanjungpinang

Atasi Hengkangnya Garuda, Gubernur Ansar Wajibkan Pegawai Terbang dari Tanjungpinang

403
×

Atasi Hengkangnya Garuda, Gubernur Ansar Wajibkan Pegawai Terbang dari Tanjungpinang

Sebarkan artikel ini
Gubernur Kepri Ansar Ahmad (Foto: Dani/Anambasnews.com)

Tanjungpinang, Anambasnews.com – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengambil langkah tegas untuk mengatasi hengkangnya maskapai Garuda Indonesia dari Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad menegaskan dukungan penuh dengan mewajibkan pegawai di lingkungan Pemprov Kepri memprioritaskan penerbangan dari Bandara RHF menggunakan maskapai nasional dengan maskapai Garuda sebagai pilihan.

Kebijakan tersebut ditegaskan Ansar sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga konektivitas udara ibu kota provinsi. Sebagai langkah konkret, Pemprov Kepri akan melakukan penyesuaian Standar Satuan Harga (SSH) perjalanan dinas agar sesuai dengan harga tiket Garuda Indonesia.

“SSH akan kita sesuaikan. Sekarang Garuda menjadi pilihan yang bisa digunakan pegawai. Ini langkah nyata untuk mengatasi hengkangnya Garuda dari RHF,” tegas Ansar usai Launching Kemas 2026 di SMAN 2 Tanjungpinang, Selasa, 27 Januari 2026.

Selain soal maskapai, Gubernur juga menekankan kewajiban bagi pegawai Pemprov Kepri yang bertugas di Tanjungpinang dan Bintan untuk berangkat dan tiba melalui Bandara RHF, bukan melalui Batam atau daerah lain.

“Pegawai kita harus berangkat dari Bandara RHF Tanjungpinang. Jangan lewat Batam. Kalau kita ingin bandara ini hidup, kita sendiri yang harus mendukung,” ujarnya.

Ansar menilai dukungan internal pemerintah menjadi kunci utama menjaga keberlangsungan penerbangan di Tanjungpinang. Ia mengungkapkan, berdasarkan evaluasi terakhir, tingkat keterisian penumpang (load factor) Garuda di Bandara RHF mencapai rata-rata 75 persen, angka yang dinilai masih cukup baik.

“Load factor sekitar 75 persen. Artinya ada potensi dan dukungan masyarakat. Pemerintah sudah bergerak, sekarang tinggal konsistensi, meskipun menurut mereka masih dibawah rata-rata 80 persen,” katanya.

Untuk memperkuat upaya tersebut, Pemprov Kepri juga terus mendorong pelaksanaan berbagai event dan kegiatan berskala besar di Tanjungpinang guna menarik lebih banyak kunjungan dari luar daerah.

“Ini soal menjaga marwah ibu kota provinsi. Kita ingin Bandara RHF tetap hidup, konektivitas terjaga, dan ekonomi daerah terus bergerak,” pungkas Ansar.(*Dani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dilarang mengambil konten!!