Tanjungpinang, Anambasnews.com — Warga Jalan Kepodang 1, Kampung Sidomakmur, RT 001/RW 009, Kelurahan Batu 9, Kecamatan Tanjungpinang Timur, mendesak Pemerintah Kota Tanjungpinang segera memperbaiki jembatan penghubung yang kondisinya semakin memprihatinkan.
Kerusakan jembatan yang disebut telah berlangsung sekitar dua tahun itu kini semakin parah. Struktur jembatan terlihat turun dan dinilai warga berpotensi membahayakan pengguna jalan yang setiap hari melintas, baik kendaraan roda dua maupun roda empat.
Ketua Pemuda RW 009, M Sadi, mengatakan kerusakan tersebut bukan persoalan baru. Namun, hingga kini belum ada perbaikan yang dilakukan.
“Jembatan ini sudah patah sekitar dua tahun. Setiap hari sering dilewati masyarakat, termasuk kendaraan roda dua maupun roda empat,” kata Sadi di Tanjungpinang, Senin (10/8/2026).
Menurutnya, kondisi jembatan yang semakin turun membuat kekhawatiran warga meningkat. Sebab, jembatan tersebut merupakan salah satu akses penghubung yang digunakan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari.
Warga khawatir kerusakan yang dibiarkan berlarut-larut dapat berujung pada kecelakaan, bahkan menimbulkan korban jiwa apabila struktur jembatan tiba-tiba ambruk.
“Harapan saya secepat mungkin diperbaiki karena jembatan ini memang sudah patah. Jangan sampai menunggu hal-hal yang tidak diinginkan terjadi,” ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Sandy Faisal. Ia menyebut Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Tanjungpinang sebelumnya telah meninjau kondisi jembatan tersebut.
Namun, menurut Sandy, peninjauan itu belum berlanjut pada tindakan nyata berupa perbaikan.
“Memang sebelumnya Dinas PU Tanjungpinang sempat meninjau jembatan ini, tetapi sampai sekarang baru sebatas meninjau,” katanya.
Warga pun meminta pemerintah tidak berhenti pada tahap peninjauan. Mereka berharap ada langkah konkret untuk memastikan jembatan tersebut kembali aman digunakan.
Bagi warga, perbaikan jembatan bukan lagi sekadar persoalan infrastruktur, tetapi menyangkut keselamatan masyarakat yang setiap hari menggunakan akses tersebut.
Mereka berharap pemerintah segera turun tangan sebelum kerusakan semakin parah dan potensi bahaya berubah menjadi kecelakaan yang harus dibayar dengan korban. (*Dani)













