Anambasnews.com – Pemerintah Kabupaten Anambas meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi air rob (air laut pasang) yang meningkat signifikan dalam beberapa hari terakhir. Apel siaga gabungan yang melibatkan berbagai unsur terkait telah digelar di rumah dinas Bupati Anambas, Sabtu, 6 Desember 2025, sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya genangan di wilayah pesisir.
Apel siaga ini dipimpin langsung oleh Bupati Anambas, Aneng, dan diikuti oleh personel dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Perhubungan, Badan SAR Nasional (Basarnas), hingga perangkat desa dan kelurahan.
Dalam arahannya, Bupati Aneng menekankan pentingnya kewaspadaan tinggi dan respons cepat terhadap laporan dari masyarakat, terutama yang berada di wilayah pesisir yang rentan terhadap dampak air rob.
“Berdasarkan data dari BMKG, ketinggian pasang maksimum di wilayah Anambas berada pada kisaran 2,3 hingga 2,6 meter, lebih tinggi dari rata-rata harian sebelumnya. Kondisi ini tentu harus kita waspadai,” ujar Aneng.
Lebih lanjut, Aneng menjelaskan bahwa pasang tertinggi diperkirakan terjadi pada pukul 07.00–10.00 WIB dan kembali meningkat pada pukul 20.00–22.00 WIB. Fenomena ini dipicu oleh kombinasi gaya tarik bulan, kecepatan angin yang meningkat, serta kondisi gelombang laut yang cenderung mengarah ke pesisir.
Pemerintah daerah juga telah menginstruksikan seluruh camat dan kepala desa/lurah untuk terus memantau kondisi wilayah pesisir masing-masing, terutama di daerah-daerah yang sebelumnya pernah mengalami banjir rob. Mereka juga diminta untuk memastikan keselamatan warga dan menyiapkan langkah-langkah evakuasi jika diperlukan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini agar masyarakat pesisir Anambas tetap waspada hingga beberapa hari ke depan. Potensi pasang tinggi diperkirakan masih akan berlanjut dan berpotensi menyebabkan genangan, terutama jika bersamaan dengan hujan lebat.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir untuk selalu waspada dan memantau perkembangan informasi dari BMKG serta pemerintah daerah. Jika terjadi kondisi darurat, segera laporkan kepada pihak-pihak terkait agar dapat segera ditangani,” pungkas Aneng.
Dengan kesiapsiagaan yang ditingkatkan dan koordinasi yang baik antara berbagai pihak, diharapkan dampak negatif dari potensi air rob di Kabupaten Anambas dapat diminimalkan.(*Julianto)













