BatamKepri

Wagub Nyanyang Buka Puasa Bersama Paguyuban Sunda Batam, Perkuat Silaturahmi dan Harmoni Sosial

28
×

Wagub Nyanyang Buka Puasa Bersama Paguyuban Sunda Batam, Perkuat Silaturahmi dan Harmoni Sosial

Sebarkan artikel ini
Wagub Nyanyang bersama sejumlah tokoh masyarakat Sunda Kota Batam dalam kegiatan berbuka puasa bersama di AGlow Hotel Harbour Bay, Batu Ampar, Batam, Kamis (12/3/2026). (Uya)

Batam, Anambasnews.com – Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura menghadiri kegiatan buka puasa bersama Paguyuban Sunda di Kota Batam yang digelar di AGlow Hotel Harbour Bay, Kecamatan Batu Ampar, Kamis (12/3/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Bersama Dalam Berbagi – Ngahiji Dina Silaturahmi: Ngaraksa Silaturahmi di Bulan Shiyam, Ngariung Mawa Kabagjaan” tersebut dihadiri ratusan warga Sunda yang bermukim di Batam. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa saat masyarakat Sunda berkumpul untuk mempererat silaturahmi di bulan Ramadan.

Dalam sambutannya, Wagub Nyanyang mengaku bersyukur dapat kembali bertemu dan bersilaturahmi dengan keluarga besar masyarakat Sunda di Batam. Ia menilai keberadaan paguyuban daerah memiliki peran penting dalam memperkuat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Kepulauan Riau.

Menurutnya, Batam dikenal sebagai miniatur Indonesia karena dihuni berbagai etnis dari seluruh nusantara. Beragam paguyuban daerah seperti Jawa, Sunda, Minang, Bugis, Batak hingga Karimun hidup berdampingan dan menjadi bagian dari kekuatan sosial di daerah tersebut.

“Keberadaan paguyuban tidak hanya menjaga budaya dan tradisi, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial seperti santunan anak yatim, bantuan bencana, hingga kegiatan keagamaan,” ujar Nyanyang.

Ia menambahkan, kontribusi paguyuban sangat besar dalam menjaga harmoni sosial di Batam. Selain menjadi wadah silaturahmi masyarakat perantauan, paguyuban juga berperan sebagai jembatan komunikasi antara masyarakat dengan pemerintah.

“Paguyuban memperkuat kohesi sosial dan bahkan ikut mendorong pengembangan ekonomi masyarakat melalui koperasi dan UMKM,” tambahnya.

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, lanjut Nyanyang, memandang paguyuban sebagai modal sosial yang sangat berharga dalam pembangunan daerah. Karena itu, pemerintah terus mendorong kolaborasi lintas paguyuban serta mendukung kegiatan kebersamaan, termasuk kegiatan Ramadan yang mempererat persaudaraan.

“Dengan cara ini, keberagaman yang ada di Kepri, khususnya di Batam, bukan menjadi perbedaan yang memisahkan, melainkan kekuatan yang menyatukan,” tegasnya.

Ia juga menegaskan bahwa Kepulauan Riau merupakan wilayah yang kaya dengan budaya Melayu dan nilai religius. Selain itu, provinsi ini memiliki posisi strategis sebagai gerbang utara Indonesia yang berbatasan langsung dengan sejumlah negara tetangga.

“Karena itu Kepri sering disebut sebagai miniatur Indonesia, karena berbagai suku, ras, dan agama dapat hidup berdampingan secara aman, nyaman, dan tenteram,” pungkasnya.

Turut hadir mendampingi dalam kegiatan tersebut Ketua BKOW Kepri Nenny Dwiyana Nyanyang, Ketua Asgar Kota Batam Kang Tria Lenggana, Sesepuh Sunda Batam Abah Yusron, Tim Percepatan Pembangunan Provinsi Kepri, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kepri, serta para sesepuh paguyuban Sunda se-Jawa Barat yang berada di Batam.**

Editor: Dani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dilarang mengambil konten!!