Anambas

27 Petugas Kebersihan di Siantan Kembali Bekerja

365
×

27 Petugas Kebersihan di Siantan Kembali Bekerja

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Dishub LH Anambas, Nurullah, Kamis, 17/7/2025. (Foto: Ak/Anambasnews.com)

ANAMBASNEWS.COM – Sebanyak 27 petugas kebersihan di Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, kembali bekerja setelah sempat diberhentikan awal tahun 2025. Mereka mulai aktif kembali sejak 10 Juni 2025 membawa harapan baru untuk mengakhiri tumpukan sampah yang sempat membuat warga mengeluh.

Keputusan ini diambil oleh Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup (Dishub LH) Anambas melalui skema swadaya mandiri karena kekurangan petugas kebersihan menyebabkan penumpukan sampah di berbagai titik.

“Setelah kami kaji, skema swadaya ini yang paling efektif dan bisa langsung diterapkan. Kami juga sudah konsultasi dengan BPKP, Inspektorat, dan Barjas. Tidak ada pelanggaran,” tegas Sekretaris Dishub LH Anambas, Nurullah, Kamis (17/7).

Nurullah mengungkapkan bahwa pihak Dishub LH sempat mempertimbangkan sejumlah opsi untuk mengatasi masalah kebersihan di Siantan, seperti menggandeng perusahaan outsourcing atau mengajukan lewat LPSE. Namun, skema swadaya dinilai paling cepat dan tepat untuk diterapkan.

Petugas kebersihan tersebut diberhentikan karena tidak lolos seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dengan alasan seperti usia melebihi batas dan tidak memenuhi syarat pendidikan.

Namun, setelah terjadi darurat sampah karena kekurangan petugas, Dishub LH memutuskan untuk menghidupkan kembali pasukan kebersihan melalui skema swadaya mandiri. Semua sistem kerja, termasuk penggajian, kini dikelola secara internal oleh Dishub LH tanpa melibatkan pihak ketiga.

Dengan kembalinya 27 petugas kebersihan ini, Dishub LH optimistis kondisi kebersihan di Kecamatan Siantan akan kembali terkendali. Sebelumnya, warga bahkan mengumpulkan iuran Rp10 ribu per rumah untuk membayar tenaga kebersihan secara mandiri karena banyak titik menumpuk sampah.

“Banyak titik menumpuk sampah karena kekurangan petugas. Masyarakat sampai patungan demi kebersihan lingkungan mereka,”ungkap Nurullah.(*Ak)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *