AdvetorialAnambasPendidikan dan Kesehatan

Anggota DPRD Hino Faisal: Makanan Wajib Diuji Sebelum Dibagikan

6
×

Anggota DPRD Hino Faisal: Makanan Wajib Diuji Sebelum Dibagikan

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Anambas, Hino Faisal melihat kondisi siswa Korban Keracunan MBG diRSUD Palmatak, Kamis, 16/4/2026, (Foto: Ist)

Anambasnews.com – Insiden dugaan keracunan massal pasca konsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat perhatian serius dari DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas. Anggota dewan, Hino Faisal, turun langsung meninjau kondisi para korban di RSUD Palmatak, Kamis (16/4/2026).

Dalam kunjungannya, Hino ingin memastikan penanganan medis berjalan optimal sekaligus menelusuri penyebab kejadian yang diduga kuat bersumber dari makanan yang disalurkan melalui yayasan di Kecamatan Siantan Tengah.

“Saya ingin melihat langsung kondisinya. Terindikasi kuat keracunan dari makanan MBG, namun kami masih mendalami jenis makanan mana yang menjadi pemicunya,” ujar Hino.

Dari data yang diterima, jumlah korban sempat melonjak hingga lebih dari 100 orang. Namun kondisi terus membaik, hingga saat ini hanya tersisa 4 pasien yang masih dirawat, sementara sisanya sudah boleh pulang.

“Satu siswi SMP masih dalam kondisi lemah, tiga lainnya kemungkinan bisa pulang sore ini,” jelasnya.

Mengingat jumlah korban yang banyak dalam waktu singkat, kejadian ini dinilai sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

Hino pun mengapresiasi respon cepat yang dilakukan, termasuk koordinasi pengiriman bantuan oksigen dari RSUD Tarempa dan perlengkapan dari BPBD saat kapasitas rumah sakit sempat kewalahan.

“Alhamdulillah pelayanan berjalan maksimal dan pasien merasa puas dengan penanganan medis,” ucapnya.

Menutup kunjungan, Hino menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh. Pihaknya akan memanggil koordinator program MBG dan mempercepat rapat dengan Dinas Pendidikan untuk membahas standar keamanan pangan, kelayakan dapur, hingga keberadaan tenaga ahli gizi.

“Makanan harus dicek terlebih dahulu sebelum didistribusikan. Ini harus menjadi perhatian serius agar tidak terulang,” tegasnya.(Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *