ANAMBASNEWS.COM – Kabupaten Kepulauan Anambas memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day dengan suasana damai dan penuh semangat kebersamaan. Para buruh yang tergabung dalam Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Anambas bersama jajaran Polri menggelar aksi gotong royong membersihkan area Pelabuhan Tarempa, Rabu, 1 Mei 2025.
Kegiatan ini menjadi simbol solidaritas antara buruh dan aparat kepolisian. Terlihat para buruh dan anggota Polres Anambas bahu-membahu memungut sampah dan membersihkan area pelabuhan yang selama ini menjadi pusat aktivitas ekonomi dan mata pencaharian para buruh bongkar muat.
Kapolres Kepulauan Anambas, AKBP Raden Ricky Pratidiningrat, menyampaikan apresiasi mendalam atas kontribusi besar para buruh TKBM dalam mendukung kelancaran arus barang di wilayah perbatasan.
“Arus barang selama ini dapat berjalan lancar dan efisien, karena dedikasi serta profesionalisme para buruh TKBM di lapangan,” ujar AKBP Ricky.
Ia juga menegaskan bahwa peran para buruh sangat vital dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah, bahkan menjadi garda terdepan dalam menjamin keselamatan barang dan jiwa selama proses bongkar muat berlangsung.
Sementara itu, Ketua TKBM Anambas, Yosferi, mengungkapkan bahwa aksi bersih-bersih ini dipilih sebagai bentuk aksi damai untuk memperingati May Day. Ia berharap kegiatan tersebut menjadi pengingat pentingnya menjaga tempat kerja yang bersih dan layak.
“Pelabuhan adalah tempat kami mencari nafkah. Dengan membersihkannya, kami ingin menunjukkan kecintaan dan kepedulian terhadap tempat kerja kami,” ujar Yosferi.
Yosferi juga menyampaikan harapannya agar perekonomian Anambas segera membaik, mengingat dalam beberapa tahun terakhir terjadi penurunan jumlah kapal yang masuk ke Tarempa, yang berdampak langsung pada pendapatan para buruh.
“Harapan serta doa kami, semoga Kabupaten Anambas cepat keluar dari krisis ekonomi, dan para pekerja di semua sektor bisa kembali bekerja dengan maksimal,” tutupnya.
Peringatan Hari Buruh di Anambas tahun ini menjadi contoh positif bagaimana semangat kolaborasi dan kepedulian sosial bisa menjadi sarana mempererat hubungan antara pekerja dan aparat, sekaligus mendorong semangat kebersamaan dalam membangun daerah.(Ak)













