Batam

Wali Kota Batam Dorong Partisipasi Warga dalam Reses DPRD untuk Pembangunan yang Lebih Baik

16
×

Wali Kota Batam Dorong Partisipasi Warga dalam Reses DPRD untuk Pembangunan yang Lebih Baik

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menghadiri reses Anggota DPRD Kota Batam, Novela F. Sinaga, di Perumahan KDA, Senin, 24/11/2025. (Foto: Mcb)

Batam, Anambasnews.com – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengajak warga untuk aktif menyampaikan kebutuhan dan persoalan wilayah melalui kegiatan reses DPRD Batam. Menurutnya, pembangunan yang efektif harus berakar dari suara masyarakat yang merasakan langsung kondisi di lapangan.

Ajakan ini disampaikan Amsakar saat menghadiri reses Anggota DPRD Kota Batam, Novela F. Sinaga, di Perumahan KDA, Senin, 24/11/2025) malam. Amsakar menekankan bahwa reses adalah amanah negara bagi anggota legislatif untuk mendengarkan aspirasi masyarakat, yang menjadi dasar penting dalam menentukan arah dan prioritas pembangunan.

“Reses adalah agenda yang diamanahkan negara kepada anggota DPRD dalam konteks menyerap aspirasi warga, mendengar keluh kesah masyarakat, yang kemudian menjadi dasar perumusan program,” ujarnya.

Amsakar mengajak warga untuk lebih aktif menyuarakan kebutuhan wilayah masing-masing melalui anggota DPRD Batam. “Saya percaya pembangunan tidak bisa dilakukan hanya dari belakang meja. Pembangunan harus lahir dari suara masyarakat. Mari bersama-sama kita bangun Batam agar semakin maju,” katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa pembangunan tidak hanya bergantung pada perencanaan teknokratis pemerintah, tetapi harus menjawab kebutuhan nyata masyarakat. Pemerintah berupaya menyelaraskan visi pembangunan dengan kemampuan keuangan daerah melalui berbagai tahapan, mulai dari reses DPRD, Musrenbang, hingga penyusunan rencana kerja perangkat daerah.

Amsakar mengungkapkan bahwa total kebutuhan pembangunan yang diusulkan mencapai sekitar Rp9 triliun, sementara kemampuan anggaran daerah hanya sekitar Rp4,2 triliun. “Artinya, sekitar Rp5 triliun usulan belum dapat terakomodasi. Karena itu negara harus mengambil kebijakan dengan melihat mana yang menjadi prioritas,” jelasnya.(**Ramdan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *