ANAMBASNEWS.COM, Karimun – Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Bahktiar, Lc MA, turun langsung menemui ratusan warga Desa Sugie, Kecamatan Sugie Besar, Kabupaten Karimun, yang beberapa hari lalu menggelar aksi demonstrasi menolak penjualan lahan mangrove.
Warga menolak rencana pengalihan sekitar 80 hektare lahan pesisir yang akan dijadikan lokasi pembangunan perusahaan energi, karena mengklaim tidak pernah dilibatkan dalam keputusan tersebut.
Masyarakat setempat khawatir bahwa penjualan lahan mangrove akan merusak ekosistem pesisir serta berdampak negatif terhadap mata pencaharian mereka sebagai nelayan. Mereka juga menilai keputusan ini tidak mempertimbangkan keberlanjutan lingkungan dan keberadaan masyarakat yang bergantung pada ekosistem mangrove.
Menanggapi aspirasi warga, Bahktiar menegaskan bahwa proses penggarapan lahan harus dihentikan sementara waktu hingga permasalahan ini terselesaikan.
“Saya berharap proses penggarapan lahan dihentikan hingga persoalan ini clear. Kita harus mencari solusi yang menguntungkan kedua belah pihak, baik untuk masyarakat maupun untuk pengembangan investasi yang sesuai dengan ketentuan dan tidak merusak lingkungan,” ujar
Bahktiar, yang juga Ketua DPW PKS Kepri.
Ia juga menegaskan bahwa DPRD Kepri akan mengajak semua pemangku kepentingan terkait, termasuk pemerintah daerah, perusahaan, serta perwakilan masyarakat, untuk berdialog secara terbuka guna mencari solusi terbaik.
“Saya ingin memastikan tidak ada konflik horizontal yang terjadi di tengah masyarakat akibat permasalahan ini. Pemda juga perlu mengambil langkah yang bijak dan transparan dalam menangani persoalan itu,” tambahnya.
Dalam agenda pertemuan tersebut, turut hadir Ketua DPRD Kepri Iman Sutiawan, Anggota DPRD Kepri Dapil Karimun Haji Muhamad Taufiq, Sekretaris Komisi II DPRD Kepri Wahyu Wahyudin, serta Calon Bupati Terpilih Ing Iskandarsyah.(Alek)













