Anambasnews.com – Sejumlah Kepala Desa di Kabupaten Kepulauan Anambas menghadiri undangan resmi dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, melalui Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa. Kegiatan tersebut bertajuk Penyampaian Pelaksanaan Kegiatan Kepala Desa Masuk Kampus dalam Rangka Program Pemerintahan Desa Berdampak Tahun 2026.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Desa Putik, Azman, pada Selasa (30/6/2026). Menurutnya, dari seluruh kepala desa yang ada di wilayah Anambas, hanya tiga orang yang mendapatkan undangan resmi untuk mengikuti kegiatan tersebut.
“Kami hanya bertiga yang diundang secara resmi, sesuai dengan surat undangan bernomor 400.10.2.2/59/DPMD/ST/06/2026,” ujar Azman.
Azman menjelaskan bahwa program “Kepala Desa Masuk Kampus” merupakan salah satu upaya pemerintah pusat untuk meningkatkan kompetensi, wawasan, dan kemampuan pengelolaan pemerintahan desa.
Melalui kegiatan ini, para kepala desa akan mendapatkan pembekalan materi terkait tata kelola pemerintahan yang baik, pengelolaan keuangan desa, serta penyusunan program dan kegiatan yang memberikan dampak nyata bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat desa.
“Ini menjadi kesempatan berharga bagi kami untuk menambah pengetahuan, berbagi pengalaman dengan kepala desa dari daerah lain, serta memahami arah kebijakan terbaru dari pemerintah pusat. Harapannya, ilmu yang didapat nanti dapat kami terapkan langsung di desa masing-masing agar pembangunan berjalan lebih terarah dan bermanfaat bagi warga,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan rasa syukur dan mengapresiasi kepercayaan yang diberikan, sekaligus berkomitmen untuk mengikuti rangkaian kegiatan dengan sebaik-baiknya. Hasil yang diperoleh nantinya akan disampaikan kepada perangkat desa dan masyarakat agar dapat dijadikan acuan dalam menyusun rencana kerja dan pembangunan di wilayahnya.
Program Pemerintahan Desa Berdampak sendiri dirancang untuk mendorong setiap desa mampu menyusun dan melaksanakan program yang tepat sasaran, meningkatkan kesejahteraan ekonomi warga, serta memperkuat peran desa sebagai ujung tombak pembangunan nasional.(*Julianto)













