Batam, Anambasnews.com – Pemerintah Kota (Pemko) Batam menargetkan penghematan anggaran hingga Rp18,1 miliar melalui penerapan kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan mulai diberlakukan pada 24 April 2026.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah, menegaskan hal tersebut saat memimpin rapat koordinasi efisiensi anggaran di Kantor Wali Kota, Kamis (23/4/2026).
Kebijakan ini mengacu pada Surat Edaran Wali Kota Batam Nomor 23 Tahun 2026 tentang transformasi budaya kerja. Selain mengubah pola kerja, langkah ini difokuskan untuk menekan belanja operasional, mulai dari penggunaan listrik, air, telepon, bahan bakar minyak (BBM), hingga pembatasan perjalanan dinas.
“Dengan diberlakukannya WFH, harus diikuti efisiensi nyata di kantor. Data penggunaan ini akan dilaporkan setiap dua bulan sekali ke Kementerian Dalam Negeri,” ujar Firmansyah.
Ia menjelaskan, upaya efisiensi ini bukan disebabkan oleh keterbatasan anggaran, melainkan sebagai respons terhadap dinamika ekonomi global.
“Ini berbeda dengan sebelumnya. Bukan karena anggaran kurang, tapi bentuk penyesuaian dan kedisiplinan terhadap kondisi saat ini,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pengusahaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Abdul Malik, memaparkan total target efisiensi mencapai Rp18.155.350.882.
Angka tersebut terdiri dari efisiensi berdasarkan SE Wali Kota sebesar Rp10,8 miliar dan efisiensi budaya kerja sebesar Rp7,3 miliar.
Hingga akhir Maret 2026, realisasi pendapatan daerah tercatat mencapai Rp988,1 miliar atau 23,61 persen, sementara realisasi belanja mencapai Rp775 miliar atau 18,02 persen.
Abdul Malik meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menghitung kebutuhan secara rinci hingga akhir tahun dan menyesuaikan anggaran dengan kebutuhan riil.(*Ramdan)













