Batam, Anambasnews.com – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan Nota Keuangan dan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang APBD Kota Batam Tahun Anggaran 2027 dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Batam, Senin, 7 September 2026. Penyerahan nota keuangan berlangsung di Ruang Sidang Utama DPRD Kota Batam, menjadi tahapan penting pembahasan anggaran antara Pemko Batam dan DPRD.
Penyusunan APBD 2027 mengacu pada PP No. 12 Tahun 2019 dan Permendagri No. 77 Tahun 2020, serta menindaklanjuti kesepakatan KUA-PPAS TA 2027 yang telah ditandatangani bersama pada 15 Agustus 2026. Program dan kegiatan diselaraskan dengan RKPD 2027, RPJMD 2025–2029, serta arah kebijakan Pemerintah Pusat dan Provinsi Kepri.
Dalam pidatonya, Amsakar menyampaikan APBD 2027 diarahkan menjawab kebutuhan dasar masyarakat sekaligus mempercepat pembangunan daerah melalui lima fokus prioritas:
1. Pengentasan Kemiskinan dan Perlindungan Sosial, Subsidi bunga pinjaman 0% bagi pelaku usaha mikro ber-KTP Batam, Bantuan sosial bagi lansia dan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan (pengemudi ojek daring, boat pancung, nelayan, petani) dan Subsidi sembako kendali inflasi & penguatan sarana prasarana nelayan
2. Peningkatan Keterampilan SDM, Pelatihan tenaga kerja teknis dan nonteknis, Pemberdayaan industri & penguatan kapasitas UMKM dan Fasilitasi perizinan usaha yang lebih mudah.
3. Penguatan Inklusi Sosial & Infrastruktur Lingkungan, Penanganan banjir terpadu: Puri Loka, Senawangi, Vila Pesona Asri, Graha Nusa–Kapling Baru, Putrajaya, Pompa Bengkong, Tiban Center, Peremajaan armada persampahan dan pengangkutan pihak ketiga di 9 kecamatan dan Pembangunan SPAM Galang guna peningkatan layanan air bersih.
4. Peningkatan Layanan Pendidikan dan Kesehatan, Beasiswa dan seragam sekolah SD–SMP, beasiswa perguruan tinggi di 7 PTN (jalur undangan, berprestasi dari keluarga tidak mampu, hinterland), Penambahan Ruang Kelas Baru (RKB), Pencapaian target Universal Health Coverage (UHC) dan Peningkatan fasilitas RSUD Embung Fatimah dan puskesmas.
5. Optimalisasi Sarana Dasar dan Aksesibilitas, Pembangunan Unit Sekolah Baru (USB), Jembatan Golden Prawn Bengkong, Penataan Gedung Lurah Sukajadi san Tiban Lama, Peningkatan ruas jalan, Bumi Perkemahan–Teluk Lengung, Simpang Tiban Princess, Gajah Mada–Diponegoro, koridor Sikitshu–SMA 3–Hang Nadim.
Ia menambahkan, terkait uraian Nilai
Pendapatan Daerah Rp4,7 triliun, PAD Rp3,0 triliun (pajak daerah Rp2,4 triliun, retribusi Rp346 miliar, dll), Pendapatan Transfer Rp1,7 triliun (pusat Rp1,4 triliun, antar daerah Rp304 miliar), Lain-lain Pendapatan Rp200 juta Belanja Daerah Rp4,8 triliun, Belanja Operasi Rp3,6 triliun (pegawai Rp1,8 triliun, barang/jasa Rp1,5 triliun, subsidi Rp5 miliar, hibah Rp204 miliar, bansos Rp19 miliar), Belanja Modal Rp1,1 triliun (peralatan/mesin Rp185 miliar, gedung/bangunan Rp419 miliar, jalan/jaringan/irigasi Rp527 miliar, aset tetap lain Rp25 miliar) dan Belanja Tak Terduga Rp20 miliar
SiLPA (Pembiayaan) Rp116 miliar
Total Postur APBD Rp4,859 triliun
Amsakar berharap pembahasan Ranperda APBD 2027 bersama Badan Anggaran DPRD berjalan lancar dan sesuai jadwal, agar seluruh program dapat dilaksanakan secara optimal.
“Melalui APBD 2027, Pemerintah Kota Batam berkomitmen melanjutkan pembangunan sekaligus memperkuat pelayanan publik dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.(*Yuda)













