Batam, Anambasnews.com – Warga Paguyuban KOKAMLA (Komunitas Kampung Laut) Kepulauan Riau, menggelar kegiatan “Diskusi dan Dialog Bersama” bertempat di Kedai Sukdi Kremes, Tiban Center, Tiban Indah, Sekupang, Rabu (18/3). Kegiatan ini menghadirkan Senator Kepulauan Riau, Ria Saptarika, yang juga merupakan mantan Wakil Wali Kota Batam.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian agenda “Safari Ramadan dan Halal Bihalal Idul Fitri 1447H” yang dilakukan Ria untuk menyerap aspirasi masyarakat, khususnya komunitas pesisir dan nelayan.
Dalam forum dialog yang berlangsung hangat dan terbuka, warga memanfaatkan kesempatan untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi, mulai dari akses BBM, hingga persoalan legalitas lahan dan perizinan usaha perikanan.
Berbeda dari pola penyampaian satu arah, dalam kesempatan tersebut Ria Saptarika lebih banyak mendengarkan masukan langsung dari warga terkait pelaksanaan program Kampung Nelayan Merah Putih yang telah dijalankan pada tahun 2025. Ia secara aktif meminta evaluasi serta saran perbaikan agar program tersebut dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
“Masukan dari bapak ibu sangat penting. Kita ingin program ini benar-benar sesuai kebutuhan di lapangan, sehingga apa yang sudah berjalan bisa kita perbaiki dan tingkatkan,” ujar Ria.
Ia menegaskan, pengembangan kampung nelayan tidak boleh berhenti pada pembangunan fisik semata, melainkan harus mampu mendorong kemandirian ekonomi masyarakat pesisir.
“Program ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi bagaimana kampung nelayan menjadi pusat ekonomi baru yang mandiri, produktif, dan berdaya saing,” jelasnya.
M. Nasir, Salah seorang warga yang hadir berharap agar pemerintah lebih serius dalam memberikan solusi nyata bagi nelayan kecil. Ia menyoroti pentingnya kemudahan akses permodalan serta fasilitas penunjang kegiatan melaut.
“Kami butuh keberlanjutan program dan pendampingan, bukan hanya pembangunan awal saja,” katanya.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Ria memastikan akan membawa seluruh masukan ke tingkat pusat dan mendorong sinergi antara pemerintah daerah, pusat, serta komunitas nelayan. Usai dialog.
Usai dialog, Ria Saptarika langsung melanjutkan agenda berikutnya di lokasi berbeda sehingga tidak mengikuti rangkaian ramah tamah dan buka puasa bersama yang menjadi penutup kegiatan.(*Dani)













