KepriTanjungpinang

Reses di TBM Kuntum Mekar, Ismet Abdullah Serap Aspirasi Warga dan Soroti Literasi hingga Status Lahan

89
×

Reses di TBM Kuntum Mekar, Ismet Abdullah Serap Aspirasi Warga dan Soroti Literasi hingga Status Lahan

Sebarkan artikel ini
Anggota DPD RI Ismet Abdullah saat Reses di TBM Kuntum Mekar (Foto: Ist)

Tanjungpinang, Anambasnews.com – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Ismet Abdullah, turun langsung menyerap aspirasi masyarakat saat Reses DPD RI Masa Sidang III Tahun 2025–2026 di TBM Kuntum Mekar, Jalan Salam, Tanjungpinang, Minggu (22/2/2026) sore.

Kegiatan yang dihadiri warga sekitar serta Pengurus Wilayah (PW) Forum Taman Bacaan Masyarakat (Forum TBM) Kepulauan Riau dan pengelola TBM se-Tanjungpinang itu menjadi ajang curhat warga terkait berbagai persoalan di lingkungan mereka.

Tokoh masyarakat setempat yang juga Ketua RT 02 Jalan Salam, Ustadz Nasirudin, menyebut reses sebagai momentum penting agar suara warga bisa langsung sampai ke pusat. Ia berharap aspirasi masyarakat tidak berhenti di forum, tetapi benar-benar ditindaklanjuti.

“Jangan bosan turun ke masyarakat, karena di sinilah persoalan nyata dirasakan warga,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, Ismet yang juga mantan Gubernur Kepri yang hadir bersama Istrinya Aida Ismet menegaskan bahwa kehadirannya merupakan mandat DPD RI untuk mendengar langsung kesulitan masyarakat.

“Negara ingin tahu langsung apa yang dirasakan warga dan mencari jalan keluar secara berjenjang, dari daerah hingga pusat,” katanya.

Ismet juga menyinggung pembahasan Undang-Undang Daerah Kepulauan yang sedang digesa DPD RI. Menurutnya, regulasi ini sangat penting bagi Kepulauan Riau sebagai wilayah kepulauan, termasuk daerah terluar seperti Natuna, karena akan berdampak pada alokasi dana khusus dan pembangunan infrastruktur.

Di bidang literasi, Ketua PD Forum TBM Tanjungpinang Abdul Rauf menyampaikan bahwa dari 23 TBM yang ada, baru 12 yang terverifikasi. Ia mengungkapkan kebutuhan sarana pendukung, seperti printer untuk kegiatan anak-anak.

Sementara pengelola TBM Kuntum Mekar, Mustafa, menyebut keterbatasan ruang menjadi kendala utama dalam menjalankan berbagai kegiatan literasi dan pembinaan masyarakat.

Ketua PW Forum TBM Kepulauan Riau, Harken, melaporkan terdapat sekitar 120 TBM tersebar di seluruh Kepri. Ia mendorong dukungan kebijakan dan anggaran agar literasi benar-benar menjadi fondasi pembangunan sumber daya manusia.

Menanggapi hal tersebut, Ismet mengakui TBM belum banyak mendapat sentuhan kebijakan dan anggaran daerah. Ia mempersilakan pengelola TBM mengajukan usulan agar dapat diperjuangkan ke pemerintah daerah maupun kementerian terkait.

“Ini bagian dari upaya mencerdaskan kehidupan bangsa,” tegasnya.

Ismet juga menyoroti keluhan warga terkait persoalan lahan di Jalan Salam yang telah berlarut puluhan tahun. Menurutnya, masalah tersebut perlu segera dicarikan solusi karena masih memiliki alas hak dan menyangkut kepastian hukum warga.(*Dani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *