ANAMBASNEWS.COM – Program makan gizi gratis yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto belum dapat direalisasikan di Kabupaten Kepulauan Anambas pada Senin, 6 Januari 2024.
Meskipun program ini sudah dicanangkan secara serentak di seluruh Indonesia, pelaksanaannya di Anambas masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Kadisdikpora) Anambas, Tony Karnain, menjelaskan bahwa Badan Gizi Nasional (BGN) telah menunjuk Yayasan Pangan Intan Permata untuk mengelola kebutuhan gizi di wilayah Kecamatan Siantan Tengah.
Sebanyak 3.000 siswa di wilayah tersebut akan menjadi penerima manfaat program ini, dengan tambahan siswa dari kecamatan terdekat jika jumlahnya belum memenuhi kuota.
“Dipilih satu titik dulu, yaitu Siantan Tengah. Karena jumlah siswa belum mencapai 3.000, kita tambahkan siswa dari kecamatan terdekat,” jelas Tony.
Untuk mendukung program ini, dapur umum telah disiapkan di kediaman mantan Ketua DPRD Anambas, Hasnidar. Namun, hingga saat ini belum ada kepastian kapan program tersebut akan dimulai.
“Anggaran dari pusat sudah ada di Yayasan tersebut. Tinggal menunggu barang datang, baru program ini bisa dijalankan,” ujar Tony.
Setiap porsi makanan dalam program ini dianggarkan sebesar Rp 15.000. Namun, alokasi anggaran tersebut dibagi menjadi Rp 10.000 untuk bahan makanan dan Rp 5.000 untuk biaya operasional, termasuk upah tukang masak.
Tony berharap program ini dapat segera terealisasi agar manfaatnya dapat dirasakan oleh para siswa di Anambas.













