ANAMBASNEWS.COM – Sebuah benda misterius seberat 25,6 kilogram ditemukan terdampar di pesisir Pulau Tulai, Kelurahan Letung, Kecamatan Jemaja, Anambas, mengundang perhatian publik.
Benda yang terbungkus dalam ember berwarna putih itu sempat menimbulkan spekulasi terkait kemungkinan adanya narkotika, mengingat kasus penemuan kokain di Anambas dua tahun sebelumnya.
Setelah menerima laporan penemuan, Polres Anambas bergerak cepat dengan mengirimkan sampel benda tersebut ke laboratorium forensik Polda Riau untuk pengujian.
Pemeriksaan dilakukan menggunakan metode Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS). Hasilnya menunjukkan bahwa benda tersebut tidak mengandung zat narkotika maupun psikotropika.
“Hasilnya negatif, tidak mengandung zat narkotika maupun psikotropika,” ujar Kapolres Anambas, AKBP Raden Ricky Pratidiningrat, saat dikonfirmasi media ini.
Meskipun hasil laboratorium sudah menegaskan bahwa benda itu tidak terkait narkoba, Polres Anambas tetap melanjutkan investigasi demi kepastian.
Sebagai langkah lanjutan, benda tersebut dibawa ke Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) di Batam untuk pemeriksaan tambahan.
Namun, pihak BPOM menyatakan bahwa mereka tidak memiliki peralatan yang memadai untuk melakukan identifikasi lanjutan terhadap kandungan benda tersebut.
“Untuk lebih meyakinkan, kami bawa ke BPOM di Batam, namun ternyata alatnya tidak ada. Tapi berdasarkan hasil lab Polda Riau, benda tersebut bukan narkoba, tidak ada kandungan zat itu,” jelas AKBP Raden Ricky.
Saat ini, Polres Anambas masih menunggu arahan dari Polda Kepulauan Riau terkait langkah berikutnya, apakah benda tersebut akan dimusnahkan atau dilakukan tindakan lain.
“Kami berharap masyarakat tidak terburu-buru mengambil kesimpulan. Sejak awal kami sudah sampaikan bahwa ini hanya dugaan, dan ternyata hasilnya menunjukkan bahwa benda tersebut bukan narkoba,” imbuh Ricky.
Penemuan benda mencurigakan ini terjadi pada 26 Oktober 2024. Seorang nelayan yang tengah bersiap melaut di pesisir Pulau Tulai menemukan benda asing ini.
Dengan berat mencapai 25,6 kilogram, benda tersebut langsung menarik perhatian dan dilaporkan kepada pihak berwenang.
Dengan hasil laboratorium yang sudah keluar, masyarakat diharapkan tidak perlu merasa resah dan tetap tenang menunggu hasil akhir penanganan benda misterius ini.(Akbar)













