Tanjungpinang, Anambasnews.com – Pesta pernikahan Andalia dan Ariko yang digelar di Asrama Haji, Senin (22/12/2025), tampil berbeda dan menyita perhatian para tamu undangan. Tak sekadar merayakan momen bahagia, pernikahan ini juga menghadirkan pesan edukatif melalui kampanye Stop Boros Pangan yang dikemas secara sederhana namun bermakna.
Ariko diketahui merupakan putra pertama Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan (DKP2KH) Provinsi Kepulauan Riau, Rika Azmi. Momentum pernikahan tersebut dimanfaatkan keluarga besar untuk mengajak masyarakat lebih peduli terhadap pangan dan menghargai hasil pertanian.
Selain dibekali suvenir yang lazim dibagikan kepada tamu undangan, para tamu juga menerima cendera mata berupa hasil pertanian lokal. Produk-produk tersebut dikemas secara eksklusif dan menarik, sehingga memiliki nilai guna sekaligus estetika. Konsep ini dinilai unik dan jarang ditemui dalam pesta pernikahan pada umumnya.
Tak hanya melalui suvenir, pesan anti pemborosan pangan juga disampaikan melalui tulisan-tulisan imbauan di area acara, seperti ajakan untuk mengambil makanan secukupnya dan menghabiskan hidangan yang telah disajikan.
Rika Azmi, menyampaikan bahwa konsep tersebut sengaja dihadirkan sebagai bentuk edukasi ringan kepada masyarakat, sekaligus wujud kepedulian terhadap isu pangan.
“Kami ingin kebahagiaan ini tidak hanya dirasakan keluarga, tetapi juga membawa pesan kebaikan. Setiap sajian adalah wujud perhatian, maka sudah sepatutnya dinikmati dan tidak disia-siakan,” ujar Rika Azmi usai acara Resepsi Pernikahan.
Ia menambahkan, penggunaan suvenir hasil pertanian juga merupakan bentuk apresiasi kepada petani lokal yang selama ini menjadi tulang punggung ketahanan pangan.
“Semoga konsep ini bisa menginspirasi. Acara bahagia bisa tetap meriah, namun tetap memiliki nilai kepedulian dan keberlanjutan,” tambahnya.
Konsep pernikahan Andalia dan Ariko ini pun menuai apresiasi dari para tamu undangan. Banyak yang menilai pendekatan tersebut sebagai langkah kreatif, langka, dan edukatif, sekaligus contoh bahwa perayaan pernikahan dapat menjadi ruang kampanye positif bagi masyarakat.(*Dani)













