Rohil, Anambasnews.com – Dalam rangkaian peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke‑42 Tahun 2026, Sekretaris Daerah Kabupaten Rokan Hilir, Sarman Syahroni, S.T., M.IP., CGCAE., menerima kunjungan tujuh santri asal Bagansiapiapi yang sedang menempuh pendidikan di Insan Cendekia Boarding School (ICBS) Payakumbuh, Sumatera Barat.
Pertemuan berlangsung di Gedung Misran Rais, Bagansiapiapi, Selasa (20/10/2026), menjadi momen silaturahmi sekaligus ruang dialog dan berbagi inspirasi antara pemerintah daerah dengan generasi muda Rokan Hilir yang tengah menimba ilmu di luar daerah.
Ketujuh santri tersebut adalah Muhammad Sani Parman, Caesar Annadif, Elby Ersya Elshi Razy, Muhammad Alan Azfian, Rafa Henza Putra, Muhammad Atha Azfian, dan Faith Kesuma. Kunjungan ini merupakan bagian dari program ICBS Fellowship Program Leaders Dialogue, yang memberikan kesempatan bagi para santri untuk berdialog, bertukar gagasan, serta memperoleh wawasan kepemimpinan.
Dalam sambutannya, Sekda Sarman Syahroni menyampaikan pesan tentang makna kesuksesan sejati. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya dilihat dari prestasi akademik semata, melainkan juga dari akhlak, karakter, dan kemampuan untuk bermanfaat bagi masyarakat.
“Ilmu dan akhlak harus selalu berjalan beriringan. Kecerdasan tanpa akhlak hanya akan melahirkan kesombongan, tetapi ilmu yang dibalut akhlak akan membawa keberkahan,” pesan Sarman kepada para santri.
Ia mengungkapkan rasa syukur atas semakin terbukanya kesempatan bagi anak‑anak Rokan Hilir untuk bersekolah di luar daerah, yang dulu jarang didapatkan warga setempat. Kesempatan tersebut harus dimanfaatkan dengan sungguh‑sungguh untuk meningkatkan kualitas diri dan memperluas wawasan.
“Kalau dulu, masyarakat di daerah kita relatif jarang memiliki kesempatan untuk bersekolah di luar daerah. Namun, sekarang alhamdulillah sudah semakin banyak anak‑anak kita yang memperoleh kesempatan tersebut, termasuk ananda semua,” ujarnya.
Sekda berharap para santri dapat memaksimalkan kesempatan belajar, menjaga nama baik daerah, dan terus mengembangkan diri agar kelak mampu berkontribusi membangun Kabupaten Rokan Hilir.
Ia juga mengingatkan bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang bagi masa depan daerah, sehingga generasi muda perlu memiliki semangat belajar, disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan serta masyarakat.(*Alkaf)













