Tanjungpinang

Pemko Tanjungpinang Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi, Inflasi Terjaga Stabil di April 2025

25
×

Pemko Tanjungpinang Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi, Inflasi Terjaga Stabil di April 2025

Sebarkan artikel ini
Pemko Tanjungpinang melaksanakan Rakor Pengendalian Inflasi, Senin, 5/5/2025. (Foto: Diskominfo)

ANAMBASNEWS.COM, Tanjungpinang – Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang kembali mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pembahasan Langkah Kongkret Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar secara hybrid pada Senin, 5 Mei 2025.

Kegiatan ini diikuti dari Ruang Rapat Lantai 3 Kantor Wali Kota Tanjungpinang dan dihadiri oleh Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan, Elfiani Sandri, bersama sejumlah perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Rakor dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Tomsi Tohir. Dalam pemaparannya, Tomsi menyampaikan bahwa pada minggu pertama Mei 2025, sejumlah harga bahan pangan mengalami penurunan, seperti bawang merah, bawang putih, cabai merah, cabai rawit, gula pasir, daging ayam, dan telur.

Tomsi juga mendorong pemerintah daerah untuk merencanakan penanaman cabai rawit sebagai salah satu upaya konkret pengendalian inflasi. Ia menegaskan pentingnya koordinasi kepala daerah dengan Badan Pusat Statistik (BPS) setempat untuk memantau perubahan harga.

“Sementara untuk Satgas Pangan, Kemendag, dan Bulog, diharapkan terus berupaya mencari solusi cepat dan efektif dalam menghadapi perubahan Indeks Perkembangan Harga (IPH) di masing-masing wilayah,” tegas Tomsi.

Berdasarkan data BPS, inflasi di Kota Tanjungpinang pada April 2025 tercatat sebesar 1,11 persen secara year on year (y-on-y), dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 106,19. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberikan andil terbesar terhadap inflasi y-on-y sebesar 0,7886 persen.

Secara year to date (y-to-d), inflasi mencapai 0,44 persen, dengan kontribusi terbesar berasal dari kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,4100 persen. Sedangkan secara month to month (m-to-m), inflasi tercatat sebesar 1,09 persen, dengan andil terbesar dari kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,9759 persen.

Menanggapi data tersebut, Elfiani Sandri menyampaikan bahwa inflasi di Kota Tanjungpinang masih dalam kondisi stabil dan terkendali.

“Untuk Kota Tanjungpinang, tentunya kita telah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk terus melakukan pemantauan guna mencegah terjadinya kenaikan harga yang signifikan,” ujar Elfiani.

Ia menambahkan, Pemko Tanjungpinang bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), Satgas Pangan Polresta, perbankan, serta instansi vertikal lainnya akan terus memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

“Pemerintah bersama OPD terkait terus berperan aktif menjaga stabilitas harga, memantau kebutuhan pokok, serta mendorong distribusi komoditas dari daerah surplus ke Tanjungpinang,” pungkasnya.**

Editor : Wanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *