Bintan, Anambasnews.com – Pemerintah Kabupaten Bintan kembali menerima penghargaan tingkat nasional terkait keberhasilan penjaminan layanan kesehatan yang merata bagi seluruh masyarakat, kali ini untuk yang kedua kalinya. Melalui Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Budaya Republik Indonesia, yang diinisiasi oleh BPJS Kesehatan, Bupati Bintan Roby Kurniawan menerima Penghargaan UHC Awards Tahun 2026 pada Selasa (27/01) di Ballroom JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Budaya, Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, menegaskan bahwa Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam menjalankan amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Menurutnya, program ini juga menjadi ikhtiar negara agar seluruh rakyat dapat mengakses layanan kesehatan dengan baik.
Bintan dinilai sangat komitmen terhadap program JKN. Tercatat hingga Desember 2025, cakupan kepesertaan JKN di Bintan mencapai 99,01 persen dari jumlah penduduk, dengan tingkat keaktifan sebesar 81,01 persen. Hal ini menjadikan Kabupaten Bintan telah memenuhi target Jaminan Kesehatan Semesta (Universal Health Coverage/UHC).
“Kesehatan dan pendidikan adalah hak dasar masyarakat. Kami berusaha memenuhinya dengan pelayanan terbaik. Di Bintan, selain berobat dengan menggunakan KTP/KK, masyarakat secara bertahap juga mendapatkan perlindungan BPJS Kesehatan. Komitmen, inovasi, dan terobosan yang bermanfaat akan terus kami kembangkan,” ungkap Roby usai menerima penghargaan.
Sebagai tindak lanjut, Pemkab Bintan melalui Dinas Kesehatan berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas dan mutu pelayanan kesehatan, mulai dari layanan rujukan seperti Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) hingga layanan dasar di Puskesmas dan Posyandu. Jaminan kesehatan semesta sendiri bertujuan memastikan seluruh penduduk memiliki akses terhadap layanan kesehatan yang adil, merata, dan bermutu.
Kepala Dinas Kesehatan Bintan, Retno Riswati, menyampaikan bahwa penghargaan UHC Awards kedua kalinya diraih karena Bintan berhasil mempertahankan cakupan kepesertaan di atas 95 persen dan bahkan meningkatkan angka tersebut.
“Alhamdulillah, Pemkab Bintan kedua kali menerima penghargaan UHC. Sebelumnya cakupan kami mencapai 96,6 persen. Kami tidak hanya mempertahankannya di atas batas minimal 95 persen, namun juga meningkatkan hingga lebih dari 99 persen saat ini,” kata Retno.
Dalam implementasinya, Pemkab Bintan tidak hanya bertekad memberikan jaminan layanan kesehatan bagi seluruh warga, namun juga mendukungnya dengan peningkatan mutu pelayanan serta fasilitas kesehatan secara maksimal.(*Tio)













