Tanjungpinang, Anambasnews.com – Ketua Pengurus Wilayah (PW) Forum Taman Bacaan Masyarakat (Forum TBM) Kepulauan Riau, Harken, menegaskan pentingnya kemampuan komunitas literasi dalam membangun kolaborasi strategis dengan berbagai otoritas, baik pemerintah maupun lembaga mitra.
Pernyataan itu disampaikannya dalam kegiatan LiterASIKepri Seri #4 Muhibah Serumpun bertema “Optimasi Komunitas: Strategi Cerdas Raih Dukungan Otoritas”, yang digelar pada Jumat malam (05/12/2025) melalui Zoom Meeting.
Kegiatan yang menghadirkan dua narasumber lintas wilayah – Hasan A. Harahap (Ketua PW Forum TBM Sumatera Barat sekaligus Ketua RBAN Agam) dan Wasis (Ketua TBM Anak Bangsa Natuna) – menjadi ruang berbagi strategi dan pengalaman dalam mengakses serta mengoptimalkan dukungan pemerintah untuk penguatan gerakan literasi.
Menurut Harken, komunitas literasi tidak boleh bergerak sendirian. “Gerakan literasi harus hadir bukan hanya sebagai kegiatan mandiri, tetapi sebagai mitra strategis pemerintah, lembaga, dan masyarakat. Dengan strategi yang tepat, komunitas dapat membuka akses lebih luas untuk memperoleh dukungan,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa kemampuan menyusun program, membangun komunikasi efektif, dan menjaga rekam jejak kegiatan merupakan aspek penting yang perlu dimiliki setiap komunitas literasi agar lebih mudah dipercaya oleh pihak otoritas.
Para narasumber juga memaparkan pengalaman terkait penyusunan proposal, pelaksanaan program bantuan pemerintah, hingga langkah teknis dalam membangun jejaring pendukung. Hasan A. Harahap menyoroti pentingnya data dan perencanaan yang rapi, sementara Wasis menekankan inovasi berbasis kebutuhan masyarakat sebagai kunci keberlanjutan TBM.
Diskusi berlangsung dinamis dengan antusiasme peserta dari berbagai daerah yang aktif bertanya dan berbagi pengalaman. Harken menyampaikan apresiasi atas semangat para penggerak literasi serumpun dan berharap kegiatan Muhibah Serumpun ini dapat terus menjadi wadah pertukaran praktik baik yang memperkuat jejaring Forum TBM se-Nusantara.
“Semoga semakin banyak komunitas literasi yang berani membangun komunikasi dengan instansi terkait, sehingga gerakan literasi kita makin kuat, relevan, dan berkelanjutan,” tutupnya.(*Tio)













