AnambasBerita

Milad ke-58, MD KAHMI Anambas Gelar Silaturahmi Kebangsaan

94
×

Milad ke-58, MD KAHMI Anambas Gelar Silaturahmi Kebangsaan

Sebarkan artikel ini
MD KAHMI Kepulauan Anambas menggelar Silaturahmi Kebangsaan memperingati MILAD ke-58, Sabtu, 21/9/2024. (Foto: Ak/Anambasnews.com)

ANAMBASNEWS.COM – MD Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kepulauan Anambas menggelar Silaturahmi Kebangsaan memperingati MILAD ke-58, Sabtu, 21 September 2024.

Hadir dalam kegiatan ini, Bupati Kepulauan Anambas, Abdul Haris, Ketua DPRD Sementara, Forkopimda, MUI, LAM, Ormas, dan Calon Bupati dan Wakil Bupati Anambas.

Ketua Umum KAHMI Kepulauan Anambas, Abu Hanifah mengatakan, dalam forum silaturahmi kebangsaan ini, MD KAHMI Kepulauan Anambas mengucapkan terima kasih kepada semua undangan yang hadir.

Bulan September ini, KAHMI berusia 58 tahun, sedangkan HMI telah berdiri selama 77 tahun. KAHMI, yang didirikan pada 17 September 1966 di Solo, telah berjuang untuk mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia di tengah tantangan.

Visi HMI adalah membangun insan akademis yang bertanggung jawab dalam mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur. Di sisi lain, KAHMI berkomitmen untuk memberikan kontribusi konstruktif bagi kemajuan Anambas, meskipun jumlah anggota kami terbatas. Anggota KAHMI telah berkiprah di berbagai bidang, termasuk pemerintahan, pendidikan, dan kesehatan.

“Dalam Milad ini kami mengusung tema “Meningkatkan Nilai-nilai Akademis, Persaudaraan, dan Integritas” dalam menyongsong demokrasi demi Anambas sejahtera,” ujarnya.

Abu juga mengajak semua untuk menjunjung tinggi nilai-nilai tersebut, agar dapat bersatu dalam menghadapi tantangan yang ada.

Anambas, menjelang usia ke-17, memiliki potensi luar biasa namun juga tantangan besar. Keindahan alam dan kekayaan sumber daya harus dikelola dengan baik, agar tidak merugikan masa depan daerah. Meski banyak kemajuan yang telah dicapai, masih ada banyak persoalan yang harus diselesaikan, antara lain:

1. Tenaga Kerja: Masih banyak pengangguran, baik yang terdidik maupun tidak.
2. Air Bersih: Pemukiman terus bertambah, namun wilayah resapan air berkurang.
3. Layanan Kesehatan: Keterbatasan fasilitas medis dan tenaga medis.
4. Penerangan: Masih ada kawasan yang belum terjangkau listrik.
5. Pengelolaan Lingkungan: Banyak sampah di laut dan permukiman.

6. Kualitas Pendidikan: Perlu perbaikan dalam infrastruktur dan kualitas tenaga pendidik.
7. Masalah Sosial: Peredaran narkoba, perjudian, dan angka perceraian yang tinggi.
8. Kejahatan Lintas Batas: Ancaman seperti illegal fishing dan human trafficking.
9. Investasi: Perlu menarik lebih banyak investor untuk pembangunan Anambas.

“Kami berharap bakal calon Bupati dan Wakil Bupati dapat menangani persoalan-persoalan ini secara serius. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sangat penting untuk menciptakan perubahan yang signifikan,” tuturnya.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dilarang mengambil konten!!